Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Perempuan Yang Berat Badannya Naik Turun, Berisiko Alami Gangguan Tidur
beritabali.com/ist/suara.com/Perempuan Yang Berat Badannya Naik Turun, Berisiko Alami Gangguan Tidur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah penelitian dari Columbia University, menunjukkan perempuan yang menambah berat badan dan kemudian menurunkannya berulang kali lebih mungkin alami insomnia. Ketika siklus penurunan dan kenaikan berat badan ini melewati ambang 10 pound atau 4,5 kilogram, maka siklus ini cenderung menempatkan wanita pada risiko gangguan tidur.
Melansir dari Healthshots, penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Cardiovascular Nursing.
"Riwayat siklus berat secara prospektif dikaitkan dengan beberapa ukuran tidur yang buruk, termasuk durasi tidur yang singkat, kualitas tidur yang lebih buruk, insomnia yang lebih besar, gangguan tidur yang lebih besar, dan disfungsi siang hari yang lebih besar," ujar Dr Brooke Aggarwal, EdD, MS, FAHA, dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, New York.
Para peneliti menganalisis data pada 506 perempuan dengan usia rata-rata 37 tahun di mana terdaftar dalam proyek penelitian "Go Red for Women".
Perempuan-perempuan tersbeut mewakili setiap tahap kehidupan dewasa, termasuk melahirkan anak, pramenopause, menopause, dan pascamenopause.
Setidaknya 72 persen perempuan melaporkan satu atau lebih episode siklus berat badan. Riwayat berat yang naik kemudian turun dievaluasi untuk kaitannya dengan berbagai masalah tidur, baik pada saat masuk penelitian dan pada kunjungan tindak lanjut satu tahun.
Analisis ini disesuaikan dengan faktor lain yang diketahui mempengaruhi riwayat berat badan perempuan termasuk riwayat kehamilan dan status menopause.
Setiap episode tambahan dari siklus berat dikaitkan dengan waktu tidur yang lebih pendek, kualitas tidur yang lebih buruk, waktu tidur yang lama, insomnia yang lebih parah, lebih banyak gangguan tidur, tidur yang kurang efisien, dan penggunaan obat tidur yang lebih sering.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan