Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 9 Oktober 2026
Merangsang Sistem Saraf, Simak Manfaat Berpelukan Untuk Kesehatan Tubuh
beritabali.com/ist/suara.com/Merangsang Sistem Saraf, Simak Manfaat Berpelukan Untuk Kesehatan Tubuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berpelukan dengan orang yang disayang memang sudah dikenal memberikan manfaat bagi kesehatan. Hal ini dinyatakan oleh Francis McGlone, profesor ilmu saraf di Liverpool John Moores University dan Susannah Walker, dosen senior ilmu alam dan psikologi di Liverpool John Moores University dalam studi mereka.
Melansir dari Independent, menurut peneliti pelukan memicu sistem sentuhan lambat di mana melibatkan saraf aferen c-taktil. Saraf ini memproses makna emosional dari sentuhan.
Aferen c-taktil pada dasarnya disebut juga "saraf pelukan" dan biasanya diaktifkan oleh jenis rangsangan yang sangat spesifik. "Kami melihat aferen c-taktil sebagai tahap masukan saraf dalam menandakan sensasi interaksi sosial yang menyenangkan," catat para peneliti.
"Saat seseorang memeluk kita, rangsangan aferen c-taktil di kulit kita mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang ke jaringan pemrosesan emosi otak. Ini menginduksi aliran sinyal kimia saraf yang telah membuktikan manfaat kesehatan," imbuh mereka.
Beberapa zat kimia saraf termasuk hormon oksitosin mengalir saat berpelukan di mana bisa memperlambat detak jantung dan mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Pelepasan endorfin di jalur otak saat berpelukan juga mendukung perasaan senang dan sejahtera.
Selain itu, tidur bersama dengan memeluk orang yang disayang juga akan menjaga kualitas tidur. Hal ini disebabkan berpelukan menurunkan kadar hormon kortisol sehingga menimbulkan rasa tenang.
Kortisol adalah pengatur utama siklus tidur-bangun, tetapi juga meningkat saat kita stres. Tak heran jika tingkat stres yang tinggi dapat menunda tidur dan menyebabkan insomnia.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa berpelukan di tempat tidur dapat melindungi kita dari flu biasa. Dengan memantau frekuensi berpelukan di antara lebih dari 400 orang dewasa yang kemudian terpapar virus flu biasa, para peneliti menemukan pelukan menurunkan risiko kemungkinan terkena flu atau mengembangkan gejala parah akibat flu.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1523 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1274 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 735 Kali
Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia
Dibaca: 662 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 652 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan