Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Filosofi “Eda Ngaden Awak Bisa” Dinilai Penting Bentuk Karakter Generasi Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sarasehan bertema “Eda Ngaden Awak Bisa” digelar di Taman Pendidikan Sarin Rare Yayasan I Ketut Alon, Desa Mas, Ubud, Kamis (14/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam membangun generasi yang rendah hati, mandiri, dan berkarakter.
Sarasehan tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter dan perlindungan anak di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks akibat pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Ketua Yayasan Sarin Rare, I Made Ariasa mengatakan, kondisi global saat ini mulai dari konflik geopolitik hingga persoalan sosial di masyarakat menjadi pengingat penting bahwa pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada aspek akademik.
Menurutnya, meningkatnya konflik keluarga, kekerasan terhadap anak, hingga berkembangnya sikap egois berkaitan erat dengan lemahnya pola asuh dan pendidikan karakter.
“Filosofi Eda Ngaden Awak Bisa mengajarkan manusia untuk tidak merasa paling bisa, melainkan terus belajar sepanjang hayat dengan kerendahan hati. Ini sangat relevan diterapkan dalam pendidikan masa kini,” ujar Ariasa.
Ia menilai nilai-nilai budaya Bali yang selama ini menjadi fondasi kehidupan harmonis masyarakat mulai tergerus oleh budaya instan, pengaruh media sosial, dan meningkatnya individualisme.
Ariasa menjelaskan, filosofi “Eda Ngaden Awak Bisa” sejalan dengan konsep ilmu padi, yakni semakin berisi maka semakin merunduk. Karena itu, pendidikan karakter dinilai penting untuk membentuk pribadi yang bertanggung jawab, sabar, peduli sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Selain penguatan karakter, pihaknya juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi anak-anak.
"Salah satu bentuk implementasi nilai pendidikan karakter adalah membangun kepedulian terhadap alam melalui kegiatan sederhana seperti menanam pohon dan menjaga lingkungan," imbuhnya.
Menurut Ariasa, lingkungan yang asri mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.
Taman Pendidikan Sarin Rare juga disebut terus berkomitmen menjalankan pendidikan inklusif dengan melibatkan seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam berbagai aktivitas pendidikan maupun sosial.
Semangat “berkarya tanpa batas” terus ditanamkan agar seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengekspresikan potensi diri tanpa diskriminasi.
Usai sarasehan, para peserta melakukan penandatanganan ikrar sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter berbasis budaya lokal di lingkungan masing-masing.
"Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadi dasar penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang tetap relevan menghadapi tantangan modern," tegasnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari OPD, tokoh pendidikan, penggiat perlindungan anak, kepala sekolah, guru, orang tua hingga generasi muda. Melalui forum tersebut diharapkan lahir rekomendasi konkret terkait implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1421 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1079 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 921 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 815 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik