Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
281.673 Warga Gianyar Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap I
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Program vaksinasi Covid-19 di Gianyar tahap pertama berbasis Banjar di Kabupaten Gianyar telah menjangkau sebanyak 281.673 orang warga di 556 Banjar, 70 desa, 7 kecamatan.
Capaian ini sekitar 79,84% dari jumlah sasaran vaksinasi usia 18 tahun ke atas sebanyak 352.808 orang. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan keberhasilan ini jauh meninggalkan Kabupaten lain.
"Gianyar masuk 3 besar progres capaian vaksinasi tertinggi di Bali, bersama Denpasar dan Badung," ujar Mahayastra dalam jumpa persnya, Kamis (1/7).
Selain berhasil tuntas, Mahayastra juga berbangga hati karena sistem vaksinasi berbasis Banjar menjadi inspirasi bagi Kabupaten/kota di Bali. Maka itu politisi PDI Perjuangan ini mengapresiasi masyarakat Gianyar, 34 OPD, tenaga kesehatan yang kerja siang malam bahkan di hari libur, Perbekel, Camat, hingga Kelihan Banjar yang mepengarah dan ngedig kulkul demi menyukseskan program pemerintah ini.
"OPD ini yang luar biasa. Tanpa anggaran Rp1 pun mendampingi pelaksanaan vaksin di Banjar. Kalau dianggarkan ini miliaran. Makanya jarang ada kepala daerah yang bisa gerakkan birokrasi tanpa anggaran," ungkapnya.
Dengan tuntasnya vaksinasi pertama, Mahayastra resmi tutup pelaksanaan vaksinasi berbasis Banjar. "Jadi per hari ini, vaksinasi tahap pertama kita sudah klir. Sehingga hari ini, secara resmi saya menutup vaksinasi pertama berbasis banjar," terang Mahayastra.
Dijelaskan, dari jumlah sasaran vaksin usia 18 tahun ke atas sebanyak 352.808, masih ada sisa sebanyak 71.135 warga yang belum tervaksin. Menurut Mahayastra, sisanya ini disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang KTP Gianyar, domisili di luar karena pekerjaan dinas, tidak lolos meja skrining, dan ada beberapa orang yang memang phobia takut disuntik.
"Di meja skrining ini paling banyak tidak lolos. Rata-rata 10-15%. Karena hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit lain yang secara medis tidak dibolehkan dokter. Ada beberapa persen yang memang phobia, tidak mau keluar rumah karena takut jarum suntik tapi jumlahnya sangat kecil," ujar Mahayastra.
Dengan capaian vaksinasi tahap pertama ini, Mahayastra yakin herd imunity (kekebalan kolektif) sudah mulai terbentuk di bumi seni Gianyar. Selanjutnya, vaksinasi tahap kedua ditarget tuntas di bulan Agustus 2021.
"Karena Astrazeneca perlu waktu 2 sampai 3 bulan. Jadi yang sudah tuntas vaksin pertama, akan selesai vaksin kedua di bulan Agustus," ujar Mahayastra yakin.
Oleh karena vaksinasi sistem Banjar ditutup, kepada warga yang tercecer diarahkan agar melakukan vaksinasi ke pelayanan kesehatan terdekat.
"Bagi yang belum, kita saran kan vaksin langsung ke puskesmas atau rumah sakit. Gratis," ujarnya.
Mahayastra berharap progres vaksinasi ini akan menggugah komitmen pemerintah untuk membuka pariwisata internasional Juli 2021 ini. "Agar hal yang sudah kita programkan sampai Tahun 2023 masih bisa kita laksanakan," harapnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3498 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1321 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 690 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun