Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
4 Jenis Gangguan Sistem Pertahanan Tubuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebagai makhluk hidup, manusia tentu pernah mengalami sakit. Namun secara alami, tubuh sebenarnya memiliki sistem pertahanan untuk melindungi diri dari serangan mikroorganosme ataupun penularan penyakit lain.
Namun, karena kondisi kesehatan tertentu atau disebabkan faktor genetik, seseorang bisa mengalami gangguan sistem pertahanan tubuh. Ada empat jenis gangguan sistem pertahanan tubuh yang berpotensi menyebabkan tubuh sakit.
Dikutip dari Ruang Guru, empat gangguan sistem pertahanan tubuh tersebut di antaranya:
1. Hipersensitivitas (Alergi)
Hipersensitivitas berarti peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen yang pernah dikenal sebelumnya. Dengan kata lain, tubuh akan menjadi lebih sensitif terhadap antigen-antigen tertentu. Respon imunitas menjadi terlalu berlebihan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Biasanya setiap orang mengalami gejala alergi yang berbeda-beda, tetapi ada beberapa gejala yang umum dialami penderita alergi. Seperti gatal-gatal, ruam, mata merah, kram berlebih, dan kesulitan bernapas. Antigen yang menyebabkan alergi tersebut disebut alergen.
2. Autoimun
Autoimun adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri. Contohnya artritis rematoid, penyakit Grave, anemia pernisiosa, penyakit Addison, juga Lupus.
3. Imunodefisiensi
Imunodefisiensi merupakan kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespons antigen. Ada dua jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun kongenital dan AIDS.
Penderita defisiensi imun kongenital harus hidup dalam lingkungan steril karena tidak memiliki sel B dan sel T sejak lahir. Sedangkan jumlah sel T helper pada penderita AIDS terus berkurang sehingga sistem imunitasnya melemah. Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV.
4. Isoimunitas (Alloimunitas)
Isoimunitas ditandai dengan kondisi tubuh yang mendapatkan kekebalan dari individu lain yang melawan sel tubuhnya sendiri. Biasanya muncul akibat transfusi darah atau cangkok organ. Oleh karena itu, sebelum mendonorkan darah atau organ, ada serangkaian tes yang harus dijalani untuk mengetahui tingkat kecocokan antara organ dan penerima.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun