Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
4.000 Liter Eco Enzyme Disemprotkan di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 4.000 liter eco enzyme disemprotkan di kawasan Pariwisata Ubud, Jumat (23/7) pagi. Penyemprotan cairan organik ini adalah untuk membersihkan udara Ubud dari polusi serta meminimalisir penyebaran Covid-19.
Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia mengatakan kegiatan penyemprotan Eco Enzyme di kawasan Ubud kali ini melibatkan para relawan dari komunitas eco enzyme.
"Kami menyemprotkan ECO enzyme menggunakan armada watercannon dari Yonzipur 18/YKR beserta armada dari komunitas eco enzyme di Gianyar," ujarnya.
Penyemprotan ini dipusatkan di kawasan seputar Puri Saren Ubud, dimulai dari parkiran jaba Pura Dalem Puri Ubud sampai dengan kawasan Campuhan.
"Rutenya dimulai dari kawasan Pura Dalem Puri Ubud sampai dengan kawasan Campuhan dan sekitarnya," katanya.
Untuk armada watercannon Yonzipur 18/YKR menampung kurang lebih 1.000 liter eco enzyme. Ditambah lagi dengan armada lain dan penambahan bisa sekitar 4.000 liter untuk penyemprotan kali ini.
Sementara Ketua Komunitas Eco Enzyme wilayah Gianyar, Klungkung, Bangli, Anak Agung Gede Agung mengatakan bahwa eco enzyme merupakan cairan organik yang terbuat dari unsur buah buahan dan sayur sayuran.
"Eco Enzyme ini sangat jauh berbeda dengan disinfektan, kalau eco enzyme seratus persen terbuat dari bahan alami organik. Seperti buah-buahan, sayuran dan itu difermentasi sekitar 100 hari atau tiga bulan hingga mencadi eco enzyme," ucapnya.
Manfaat dari eco enzyme ini adalah untuk membersihkan serta menetralisirkan polusi udara dan untuk menimalisir penyebaran virus Covid-19.
"Jadi kalau terkena tubuh manusia sangat aman, kami semprotkan untuk menetralisir polusi udara juga," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 272 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 116 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan