Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Parkir Liar di Sejumlah Titik, Ini Respon Dishub Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sejumlah titik wilayah kota Gianyar terdapat parkir liar yang membuat pemandangan menjadi tidak tertata rapi.
Padahal pemerintah kabupaten Gianyar sedang gencar melakukan penataan kota. Tampak titik-titik yang menjadi tempat parkir liar yakni depan taman kota sebelah kator Bupati Gianyar. Depan Dinas Pendidikan, Catatan Sipil Hingga Kebudayaan.
Sepanjang jalan tersebut pada jam kerja akan banyak kendaraan baik roda dua atau roda empat parkir. Pemiliknya pun mulai dari pegawai bahkan sampai masyarakat umum yang sedang mengurus surat. Salah seorang pegawai mengatakan telah biasa memarkir kendaraanya di sana.
Sebab memang tidak ada lahan parkir untuk kawasan tersebut. Menurutnya hingga saat ini belum ada penertiban dari pihak terkait.
"Ya tetap parkir disini saja, mumpung belum ada larangan, lagian kalau parkir di GOR siangnya senggol sudah buka," ujar salah satu pegawai setempat.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar Wayan Suamba mengatakan segara melakukan penertiban. Saat ini ia beralasan karena situasi masih pandemi, pihaknya belum bisa melakukan penertiban karena pegawai yang kerja hanya 25%.
"Inggih tiyang akan tertibkan, tapi musim PPKM anggota terbatas, kita akan kordinasi dulu," ujarnya singkat.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3509 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1322 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 691 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun