Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Apriyani Sujud Cium Kaki Ayah Usai Menang Olimpiade Tokyo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pebulutangkis Apriyani Rahayu dipertemukan dengan sang ayah untuk pertama kali setelah pulang dari Olimpiade Tokyo. Momen pertemuan ini begitu mengharukan dan penuh tangisan.
Pertemuan ini terjadi di acara ROSI Spesial yang dibagikan akun YouTube KOMPASTV. Apriyani rupanya dikejutkan dengan kedatangan sang ayah tanpa sepengetahuan dirinya.
Dalam acara ini, Apriyani bersama rekannya, Greysia Polli menjadi bintang tamu. Tiba-tiba, ayahnya masuk di pertengahan acara dan membuat Apri terkejut.
Apriyani sendiri memang belum menemui sang ayah sejak menang medali emas di Jepang. Ia mengakui memang berniat untuk pulang, namun harus menjalani karantina terlebih dalu.
Pembawa acara pun menyambungkan telepon agar Apriyani bisa menghubungi ayahnya. Namun, tiba-tiba ayahnya naik ke panggung sambil memegang telepon.
Apriyani pun kaget melihat ayahnya datang jauh-jauh dari kampung halaman di Konawe, Sulawesi Tenggara. Sang ayah tampak masuk ke ruangan dengan membawa sebuah kotak berisi hadiah. Kado diberikan atas kemenangan Apriyani di Olimpiade Tokyo.
Melihat sang ayah, Apriyani menghampiri dan menangis. Ia bersujud dan mencium kaki ayahnya. Suaranya bergetar sampai tersengal-sengal tidak sanggup berkata-kata.
Sementara ayahnya ingin berjongkok dan mencium kelapa putrinya. Ia juga berusaha mengangkat tubuh Apriyani agar bangkit lagi.
Sang ayah juga menangis tersedu-sedu di momen yang disaksikan secara live itu. Ia berusaha menenangkan Apriyani yang begitu terharu bertemu sangayah.
Saat keduanya berpelukan, Greysia juga berusaha menenangkan rekannya. Ia dan pembawa acara hingga penonton hanya bisa membisu menyaksikan momen haru itu.
Perjalanan sang ayah menemui Apriyani ke Jakarta sendiri tidak mudah. Ia harus menjalani vaksinasi Covid-19 terlebih dahulu, yang menjadi syarat perjalanan udara. Akhirnya, Apriyani melepas pelukannya. Sang ayah juga mencium pipi kanan dan kirinya dengan begitu bangga.
Selanjutnya, sang ayah membuka kado untuk Apriyani. Ternyata, kado itu merupakan potongan kayu yang digunakan Apriyani untuk bermain bulu tangkis saat kecil.
Sang ayah menceritakan Apriyani dulu sering bermain bulu tangkis bersama ibunya. Mendengar itu, Apriyani hanya tertawa.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan