Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Putu Supadma Dorong Pembukaan Pariwisata Bali Perlahan

Selasa, 31 Agustus 2021, 23:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Putu Supadma Dorong Pembukaan Pariwisata Bali Perlahan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, I Putu Supadma Rudana menyatakan perekonomian Bali sejak pandemi covid-19 mengalami trend yang negatif. 

Sejak pandemi covid-19 mewabah awal tahun 2020, sektor pariwisata yang  selama ini menjadi handalan perekonomian Bali sangat terpuruk. Persoalan ini menjadi perhatian serius. Tidak hanya dari pelaku pariwisata dan pemerintah daerah, namun juga kalangan legislator asal Bali di Senayan.

I Putu Supadma Rudana yang juga sebagai Anggota DPR RI dari fraksi Demokrat mengatakan, Bali dalam lima triwulan terkahir mengalami kontraksi yang dalam, double digit. Terkait pemulihan periwisatan dan perekonomian di Bali, pihaknya mengaku paling gotol menyuarakan di DPR RI. 

“saya paling keras berbicara, paling keras menggaungkan ini di DPR RI. Selalu dalam rapat paripurna saya ingatkan pimpinan dan Anggota lain,” ungkapnya Selasa (31/08/2021) di sela sela pertemuan dengan Bupati Tamba.

Terkait pemulihan pariwisata dan perekonomian di Bali, pihaknya menyatakan hal itu domain dari pemerintah, “Kami di DPR adalah mengawasi. Kami harus menekan terus,” imbuh Supadma Rudama.

Menurutnya untuk membuka pariwisata, harus diketahui terlebih dahulu kondisi penyebaran covid-19 terkendali. “sekarang kan PPKM, level 1, 2, 3 dan 4. PPKM ini haru juga terkendali dulu,” jelasnya. 

Pihaknya mendorong pariwisata segera di Buka kendati secara perlahan. “Kalau bisa yang namanya travel buble. Ada daerah yang sudah zona hijau, kita harus buka,” ujarnya. 

Langkah ini menurutnya penting untuk pemulihan ekonomi Bali. 

“Bali tanpa pariwisata berat. Kami mendorong terus tapi kebijakan itu bukan di kami, tapi di eksekutif. Itu yang kami suarakan, peran kami mengawasi dan memberikan masukan, kebijakan kembali ke pemerintah pusat. Mungkin sampai mereka bosan mendengar,” terangnya. 

Namun melihat kondisi pandemi yang melanda semua negara, pihaknya tidak memberikan deadline untuk pemulihan pariwisata Bali, 

“Kami mengerti tidak hanya Indonesia, tapi dunia juga mengalami. kami tidak berikan deadline karena itu domain pemerintah,” tegasnya.

Khususnya di Kabupaten Jembrana, meskipun di masa pandemi covid-19, akan tetapi ekonominya mengalami tren positif.  Ekonomi di daerah lain di Bali sudah negatif, sedangkan Kabupaten Jembrana masih tumbuh positif, artinya menjadi inspirasi di Bali untuk sustainable ekonomi. 

Sementara daerah pariwisata turun, Jembrana sudah fokus pada perikanan, kelautan dan pertanian yang menopang perekonomian tidak mengalami kontraksi negatif. Jembrana fokusnya diversifikasi yang menopang ekonomi sangat solid.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami