Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Demo Portal Retribusi Parkir di Serangan: Kami Bukan Satwa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan warga Kelurahan Serangan Denpasar Selatan berdemo di portal parkir yang dibangun di sebelah timur Pura Sakenan, pada Kamis (2/9) pagi.
Mereka yang merupakan warga Banjar Kawan dan Banjar Kaja datang mengenakan pakaian adat. Menurut informasi di lapangan, portal tersebut merupakan portal untuk pungutan retribusi masuk ke Desa Wisata Serangan.
Perwakilan dari Banjar Kaja yang juga Sabha Desa Banjar Kaja, Ketut Yasa meminta agar portal tersebut tak dioperasikan kembali dan dicabut, sebab warga menilai portal itu terkesan mengisolasi warga Serangan.
“Kami menyetujui dipasang portal retribusi, namun lokasi agar ditempatkan kantong-kantong parkir atau lokasi masuk obyek wisata dan bukan pada akses masuk Serangan,” kata Yasa.
Dia memastikan akan datang dengan jumlah yang lebih banyak bila permintaan warga tak digubris oleh pihak desa.
“Kami bukan satwa, bukan binatang. Pemerintah Kota Denpasar juga sudah banyak menindas kami warga Serangan. Tapal batas berkurang, sekarang akses kami dipersempit dengan dikurung portal,” katanya.
Diwawancarai wartawan secara daring, Lurah Sesetan I Wayan Karma enggan banyak bicara. Dia menyarankan agar wartawan menghubungi Jero Bendesa untuk keterangan yang lebih jelas.
"Masih tahap uji coba, nanti untuk lebih jelasnya silakan sama desa adat ya dan PD Parkir," ujarnya.
Ditanya soal retribusi parkir, dia menerangkan kebijakan itu mempertimbangkan karena Serangan telah masuk sebagai Desa Wisata. Sehingga, kata dia, diterapkan retribusi parkir yang dananya juga dialokasikan untuk keamanan. Hal itu penting karena kata dia, banyak terjadi kehilangan sepeda motor di kawasan Serangan.
"Untuk keamanan juga. Bukan untuk retribusi saja, tapi kaitannya dengan keamanan. Karena keamanan itu, sudah banyak sekali yang kehilangan sepeda motor warga masyarakat," ujarnya.
Terpisah, kepada wartawan, Bendesa Serangan Made Sedana mengatakan sedang berada di Gilimanuk untuk menghadiri upacara adat Ngaben.
Baga Desa Adat Serangan, Nyoman Nada kepada wartawan mengatakan pihaknya akan menunggu situasi kondusif kembali, baru akan menggelar rapat dengan prajuru dan tokoh-tokoh warga untuk menampung aspirasi yang belum terakomodir.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli