Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Turis China Baru Boleh Bepergian ke Luar Negeri Tahun Depan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merajalela, Pemerintah China masih menjalankan kebijakan pelarangan terbang ke luar negeri bagi masyarakat,
Keputusan ini ditengarai akan berdampak pada pengurangan turis dari China, yang merupakan kelompok turis terbesar di dunia pariwisata.
Melansir Antara, regulator penerbangan China kemungkinan masih akan memperketat pengoperasian penerbangan internasional sepanjang semester I 2022.
Air China menyebut langkah ini diambil karena negara-negara lain juga masih lamban untuk membuka perbatasan karena tingkat vaksinasi yang cenderung rendah dan melonjaknya kasus COVID-19.
Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) bulan lalu menyebutkan tingkat penerbangan internasional mingguan hanya dua persen dibandingkan 2019 sebab banyak penerbangan yang ditangguhkan di tengah tingginya angka kasus COVID-19 impor.
Tiga maskapai terbesar China: Air China, China Southern Airlines, dan China Eastern Airlines menuturkan dalam panggilannya bahwa pembatasan yang diberlakukan CAAC dalam penerbangan internasional kemungkinan akan berlanjut sampai Semester I 2022 sebagai pendekatan pemerintah dalam mencegah COVID-19 jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing Februari mendatang, kata Kepala Penelitian Pengiriman, Pelabuhan, dan Transportasi Asia HSBC Parash Jain, Rabu.
Menurut Jain, langkah tersebut akan memundurkan pemulihan total ke 2024. Ekspektasi dari pemulihan yang tertunda dalam perjalanan internasional sebagian menyebabkan analis menurunkan prakiraan pendapatan selama beberapa tahun ke depan.
Misalnya, China Merchant Securities memangkas estimasi laba bersih Air China ke minus sembilan milliar, 2.7 milliar, dan 6.7 milliar yuan pada 2021, 2011, dan 2023.
Manajemen Air China mengatakan kepada analis bahwa pemulihan perjalanan keluar China akan lebih lambat dari Amerika Serikat dan Eropa lantaran mayoritas negara berkembang belum mencapai tingkat vaksinasi yang tinggi. Mereka menambahkan CAAC tidak berniat untuk melonggarkan pembatasan hingga setelah Semester I 2022.
Maskapai China tidak mengadakan panggilan media terkait hasilnya, tetapi dua analis menginformasikan kepada Reuters tentang apa yang dikatakan dengan tidak menyebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berkomentar di luar catatan kepada klien, Air China dan CAAC tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.
CAAC memangkas penerbangan internasional pada Maret 2020 guna menghilangkan kekhawatiran akibat infeksi virus corona yang meningkat. Kebijakan yang dinamai “Five One” membolehkan maskapai daratan untuk menerbangi hanya satu penerbangan dalam seminggu di satu rute ke negara manapun dan maskapai asing hanya boleh mengoperasikan satu penerbangannya dalam seminggu ke China.
CAAC telah mengubah kebijakan tersebut dengan penangguhan penerbangan atau batas kapasitas bagi maskapai jika sejumlah penumpang ditemukan terinfeksi COVID-19 atau menambahkan penerbangan jika maskapai tidak mengimpor kasus apapun.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1311 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1008 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 843 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 756 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik