Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Thailand Padukan Vaksin Sinovac dan Vaksin AstraZeneca

Jumat, 3 September 2021, 15:20 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Thailand Padukan Vaksin Sinovac dan Vaksin AstraZeneca.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Thailand memakai Vaksin AstraZeneca sebagai suntikan kedua bagi mereka yang mendapatkan suntikan pertama vaksin Sinovac dari China. 

Menteri Kesehatan Thailand mengatakan ratusan pekerja medis sudah menerima suntikan gabungan dari kedua vaksin Covid-19 tersebut.

Anutin Charnvirakul, Menteri Kesehatan Thailand mengatakan suntikan gabungan antara vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca ini bertujuan memberikan orang-orang perlindungan terhadap varian Delta dan membangun kekebalan yang lebih tinggi.

"Kami berusaha meningkatkan perlindungan terhadap varian Delta dan membangun kekebalan tingkat tinggi terhadap penyakit ini," kata Anutin Charnvirakul dikutip dari Forbes.

Karena itu, pekerja medis Thailand yang sudah vaksin Sinovaf juga akan diberikan suntikan vaksin mRNA, dari vaksin Pfizer maupun Moderna untuk meningkatkan kekebalan mereka.

Keputusan ini muncul sehari setelah kementerian kesehatan Thailand mengumumkan bahwa ratusan pekerja medis yang sudah vaksinasi lengkap menggunakan vaksin Sinovac terinfeksi virus corona Covid-19.

Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa 1 perawat sudah meninggal dunia dan pekerja medis lainnya dalam kondisi kritis akibat virus corona Covid-19, meskipun sudah suntik vaksin Sinovac.

Insiden tersebut menambah kekhawatiran atas kemanjuran vaksin Sinovac dari China, terutama efektivitasnya dalam melawan varian Delta yang menular.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac. Karena, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac mencapai 51 persen.

Artinya, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac telah melebihi ambang batas yang ditentukan WHO untuk vaksin Covid-19, yakni 50 persen. Walaupun, selisihnya hanya 1 persen.

Sumber: Suara.com

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami