Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
5 Masalah Kulit Yang Kerap Dialami Pengguna Narkoba
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Nama Coki Pardede menambah daftar panjang pegiat industri hiburan yang terjerat kasus narkotika. Coki yang berprofesi sebagai komika kini menjadi tersangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.
Faktanya, narkoba dapat merusak tubuh, salah satunya menimbulkan masalah kulit. Itu terjadi karena zat pada narkoba bisa menguras nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.
Berikut ini adalah masalah kulit yang umumnya dialami oleh pecandu narkoba seperti dikutip dari Destination Hope, Jumat (3/9/2021).
1. Kulit berubah gelap
Semakin banyak menggunakan obat-obatan bisa memengaruhi warna kulit. Salah satunya mengalami hiperpigmentasi, yakni kondisi kulit menjadi lebih gelap di berbagai titik, khususnya yang dekat dengan suntikan narkoba. Setelah pengunaan narkoba yang terlampau lama, maka kulit wajah juga bisa nampak abu-abu, pucat atau bahkan pudar.
2. Iritasi kulit
Obat-obatan seperti narkoba bisa menyebabkan kulit berwarna kemerahan, iritasi, gatal-gatal yang khususnya di area jarum suntik. Bahkan kerap kali kulit bisa pecah-pecah, mengalami ruam atau bisa menjadi sangat kering.
Kombinasi berbagai obat terlarang juga bisa menyebabkan iritasi kulit, akibat efek samping yang ditimbulkan. Itulah kenapa setiap obat harus dibawa pengawasan dan diresepkan oleh dokter.
3. Jerawat
Penggunaan narkotika bisa memperparah kondisi kulit yang berjerawat. Sedangkan orang yang sebelumnya tidak punya masalah jerawat, bisa berbalik dan memiliki masalah jerawat yang parah. Ini terjadi karena kecenderungan pengguna narkoba yang menyentuh wajah jadi meningkat, dan bisa menyebabkan kuman dan bakteri yang menempel.
4. Luka di jaringan parut
Tidak jarang pengguna narkoba mengalami halusinasi meliputi perasaan serangga yang merayap di bawah kulit. Bahkan mengerikannya, pengguna narkoba kerap ingin mencungkil kulit wajah atau tubuh mereka untuk menghilangkan perasaan ini.
Akibat kebiasaan ini, membuat pengguna narkoba kerap mengalami luka terbuka di kulit dan merusak jaringan parut. Bahkan bekas luka bisa permanen karena bekas suntikan di lengan pengguna narkoba.
5. Mudah mengalami infeksi kulit
Penggunaan narkoba membuat tubuh jadi lebih sulit untuk melawan infeksi, ini karena kekebalan tubuh jadi melemah. Hasilnya, infeksi apapun yang muncul di kulit pengguna narkoba butuh waktu lebih lama untuk pulih, bahkan tidak jarang bertambah parah.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1427 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 657 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 527 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung