Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 8 Oktober 2026
Atlet Paralympic Dipalak dan Dihajar Preman
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Nasib malang dialami seorang atlet paralympic asal Jawa Barat, Rihan Firdaus. Ia dipalak dan dianiaya preman ketika menjalani pekerjaannya sebagai sopir bus.
Rihan dipalak dan dianiaya dua orang preman di kawasan Ujungberung, Kota Bandung pada Senin (13/9/2021) petang kemarin. Kejadian itu bermula saat ia menjalani pekerjaannya sebagai seorang sopir bus, angkutan umum. Ia membawa bus dengan trayek Bandung-Garut.
Sebelum dianiaya, atlet asal Kabupaten Garut itu sempat bertemu dengan dua orang preman yang memukuli dirinya. Saat itu, ia diminta uang sebesar Rp2000. Uang itu dimaksud sebagai uang jalan.
Setelahnya, ia pun kembali menjalankan angkutan busnya tersebut. Belum jauh, Rihan pun baru teringat, jika ponselnya tertinggal di terminal Cicaheum, Bandung. Ia pun mengarahkan bus yang dibawanya itu kembali ke Terminal Cicaheum dengan niat mengambil ponsel.
Usai ponsel ditangannya, ia kembali berputar arah untuk melanjutkan perjalanan. Namun, ia kembali bertemu dengan dua orang preman itu kembali. Ia kembali dipintai sejumlah uang.
Rihan pun menolak untuk memberikan uang lagi. Pasalnya, ia sudah memberikan uang jalan sesaat sebelumnya. Ia melanjutkan perjalanan, dengan menghiraukan kedua preman itu. Saat angkutan bus yang dikemudikan oleh Rihan berada di kawasan Ujungberung, ia melihat dua orang preman itu mengejarnya menggunakan motor, dan memepet serta meminta kendaraannya untuk berhenti, sambil melemparkan sebongkah batu.
"Dari aksi pelemparan itu, korban mengalami luka, dan harus menjalani perawatan," kata Kapolsek Ujungberung Kompol Heryana di Mapolsek Ujungberung, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Selasa (14/9/2021).
Beruntung lokasi kejadian tak jauh dari Mapolsek Ujungberung. Polisi yang berjaga saat itu, melihat ada keributan, langsung menghampiri korban dan pelaku. Setelah mendapat keterangan, polisi pun langsung mengamankan kedua orang pelaku tersebut.
"Kita sudah amankan kedua pelaku. Satu bernama Fandi dan satu lainya bernama Riki. Saat ini sudah kita tahan, untuk dimintai keterangan dan di proses lebih lanjut secara hukum," ucap Kapolsek.
Heryana mengatakan, korban memang seorang atlet Paralympic asal Garut. Korban juga diketahui, sebagai salah satu perwakilan atlet dari Jawa Barat. Saat ini korban masih menjalani perawatan untuk mengobati luka akibat lemparan batu yang dilakukan oleh kedua orang penyerangnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1478 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 693 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung