Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Kantor LBH Dilempari Bom Molotov, Pelakunya Belum Bisa Diduga
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengacara Jhon Korassa hingga kini belum bisa menduga siapa orang yang melakukan teror dengan melempar bom molotov ke kantornya di LBH PETA, pada Kamis 16 September 2021 dini hari.
Menurutnya pelaku terekam CCTV berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor matik. Dalam kejadian ini Polisi sudah mengamankan serpihan botol bom molotov sebagai barang bukti.
Aksi teror bom molotov ini terjadi di Kantor LBH PETA di Jalan Pidada XIII, Banjar Sari, Ubung, Denpasar Utara, pada Kamis 16 September 2021 sekitar pukul 00.30 WITA. Saat pelemparan bom molotov itu Jhon Korassa mengaku sedang bersama pegawainya di belakang kantor.
Menurut Jhon, kejadian itu cepat terjadi dan diketahui masyarakat yang berteriak melihat dua pelaku melempar molotov hingga mengenai kaca pintu depan hingga pecah.
Masyarakat juga cepat bertindak dan memadamkan api dengan mudah. Meski demikian, kaca pintu kantor tampak pecah dan berbentuk lubang.
Jhon mengatakan aksi teror terhadap dirinya ini sudah dilaporkan ke Polresta Denpasar diwakili Johanes Budi Raharjo SH sekitar pukul 02.13 WITA. Setelah Polisi datang ditemukan botol molotov di lokasi dan serpihannya sudah diamankan sebagai barang bukti.
"Dari rekaman CCTV pelaku berjumlah dua orang datang dari arah timur mengendarai satu sepeda motor Honda Beat warna hitam. Ada satu bom molotov yang mereka lempar," ungkapnya.
Dalam rekaman CCTV setibanya di depan kantor LBH, kedua pelaku berhenti sejenak lalu melemparkan bom molotov tersebut ke arah pintu kantor. Setelah itu, keduanya langsung kabur tancap gas ke arah barat. Usia melempar, bom molotov itu meledak dan didengar oleh warga sekitar.
Sementara saksi tetangga, Putu Eka Indra Sastrawan, 22 mengatakan saat kejadian ia sedang tidur dan mendengar ada teriakan kebakaran.
"Saya langsung bangun dan menuju ke kantor itu. Saya lihat ada api yang menyala. Warga yang ngekos di belakang kantor itu ramai-ramai menyiram api tersebut secara manual," tuturnya.
Sementara kejadian itu cepat direspon jajaran Satreskrim Polresta Denpasar yang langsung ke TKP memeriksa saksi saksi. Pemeriksaan saksi saksi terus bertambah seiring penyelidikan masih berlangsung.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan menjadi atensi khusus jajarannya. Ia meminta masyarakat untuk tidak takut dan tidak beropini dan semoga pelakunya cepat tertangkap.
Ia juga mengatakan pihaknya masih menyelidiki melalui pengecekan dari udara melalui satelit, maupun dari darat. Termasuk memeriksa keterangan saksi-saksi dan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Saya berharap masyarakat Denpasar khususnya warga sekitar lokasi kejadian untuk tidak takut. Anggota kami sudah melakukan langkah-langkah. Bila perlu nanti tiap pagi anggota saya apel di sana," tegasnya dalam keterangan persnya kemarin siang di Mapolresta Denpasar.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3633 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1233 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1201 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun