Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Seorang Petani Rusak Sekolah dan Todong Senpi ke Kepsek
BERITABALI.COM, NTB.
Amirullah (41 tahun) pria asal Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, NTB, ditangkap polisi, Rabu (15/9).
Pasalnya, Amirullah yang berprofesi sebagai petani ini melakukan pengancaman terhadap Kepala Sekolah SMAN 2 Kilo, Muhammad Ihsan (48 tahun) menggunakan senjata api (Senpi) rakitan. Ia juga merusak kaca jendela sekolah.
“Pelaku ditangkap Tim Puma di Desa Mbuju. Kami amankan senpi rakitan dari pelaku AL (Amirullah, red) dan 1 butir peluru aktif dengan kaliber 5,56,” terang Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat, Kamis (16/9).
Kapolres menuturkan, pelaku datang ke sekolah dengan penuh emosi dan memecahkan kaca jendela sekolah. Saat itu korban Ihsan sedang melaksanakan pengecekan proses belajar mengajar.
“Tiba-tiba korban mendengar suara kaca pecah,” tuturnya.
Korban pun mendatangi pelaku yang sedang merusak kaca jendela sekolah. Ia menanyakan penyebab pelaku mengamuk dan merusak fasilitas sekolah.
“Pelaku mengaku ke korban tersinggung karena keluarganya yang sedang mengerjakan bawang ditegur oleh siswa dengan kata-kata ‘Bagaimana kabar mertua’. Setelah itu pelaku meninggalkan sekolah,” bebernya.
Beberapa saat kemudian pelaku datang kembali ke sekolah dengan membawa senpi rakitan. Ia memerintahkan korban untuk mengumpulkan siswa sekolah sambil menodongkan senpi.
"Korban melapor dan tim melakukan penangkapan terhadap pelaku,” pungkasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3633 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1233 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1201 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun