Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, Jumlah Subak Berkurang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Banyaknya alih fungsi lahan seperti dari sawah menjadi perumahan menyebabkan kondisi Subak di Kabupaten Jembrana setiap tahun terus berkurang.
Bahkan dari tahun 2019 hingga 2020 banyak lahan yang beralih fungsi. Berkurangnya jumlah subak di Jembrana tidak bisa dipungkiri akan terus berkurang seiring dengan rencana pembangunan jalan tol Jembrana-Mengwi.
Dari data yang diperoleh, yang sebelumnya ada 84 subak, saat ini menjadi 81 subak. Ketiganya telah mati lantaran sudah beralih fungsi. Baik itu disebabkan karena kekeringan (tidak ada pasokan air) maupun berganti lahan rumah.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Pertanian, I Komang Ngurah Arya Kusuma, Jumat (17/09/2021). Adapun subak yang dinyatakan tidak aktif atau mati dua subak di kawasan Kecamatan Pekutatan dan Satu subak di Kecamatan Negara.
“Dengan berkurangnya Subak dan lahan yang berkurang, maka juga berdampak pada produksi padi,” ucapnya.
Meskipun demikian produktivitas padi masih tidak berubah yakni sebanyak 7,1 ton per hektar dengan luas lahan pertanian yang masih aktif 6,725 ha. Secara detail, di Jembrana ada 81 subak yang kategori aktif, namun 60 persen sawah memanfaatkan air hujan.
Menyusutnya jumlah subak di Jembrana diprediksi akan terus bertambah, apalagi dalam waktu dekat ada rencana mega proyek nasional yakni jalan tol Jembrana-Mengwi yang barang pasti akan terkena jalur utama jalan tol.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli