Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
PTM di Tabanan Mulai Awal Oktober, Ortu Diminta Jemput Siswa
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadwalkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada awal Oktober 2021.
Selama berlangsungnya PTM terbatas, para orang tua disarankan bisa mengantar jemput siswa untuk menghindari kerumunan. Hal ini juga untuk mencegah kemungkinan terjadinya klaster Covid-19 baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra mengatakan, terkait antar jemput siswa selama PTM terbatas, karena pihak sekolah kemungkinan akan kesulitan dalam mengawasi siswa agar tidak berkerumun dengan teman-temannya usai mengikuti PTM di sekolah.
“Maka sebaiknya orang tua sebisa mungkin menjemput anak-anaknya saat pulang sekolah,” katanya, Senin (27/9).
Merujuk pada SKB 4 Menteri, siswa yang menjalani PTM terbatas tidak diwajibkan divaksinasi. Syarat itu berlaku untuk tenaga pendidik seperti guru dan tata usaha (TU).
"Yang utama itu gurunya sudah divaksinasi, kalau belum (vaksin), sekolahnya harus tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ)," ucapnya.
Termasuk siswa yang mengikuti PTM terbatas wajib mengantongi izin dari orangtua. Nyoman Putra menyebut, tidak terlalu banyak orangtua yang tak mengizinkan anak-anak mereka mengikuti PTM.
"Tapi masih ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya ikut PTM. Kalau ada yang tidak dapat izin, siswa masih menjalani PJJ, jadi sifatnya memang tidak memaksa," jelasnya.
Dinas Pendidikan Tabanan saat ini sedang melakukan persiapan bersama dengan seluruh sekolah baik tingkat Paud/TK, SD, dan SMP di Tabanan. Dan saat ini masih menunggu SE PTM dari Bupati Tabanan. Dalam PTM nanti siswa akan belajar selama 90 menit dengan 3 JP (Jam Pelajaran).
“Secara lisan Bupati Tabanan sudah mengijinkan gelar PTM 1 Oktober mendatang, namun kita tetap menunggu SE PTM dikeluarkan dari pimpinan,” ujarnya.
Menurut dia persiapan untuk menggelar PTM sudah dilakukan dengan baik. Sekolah sudah diajak berkoordinasi terutama penekanan prokes di sekolah.
“Kami sudah rapat dengan seluruh perwakilan sekolah menekankan prokes yang diterapkan nanti,” ujarnya.
Diterangkan dalam PTM yang akan digelar 1 Oktober nanti siswa akan belajar selama 90 menit. Untuk mata pelajaran yang diberikan diatur oleh masing-masing sekolah. Yang jelas dalam penerapanya siswa mendapat 3 jam pelajaran dengan waktu 90 menit.
“Mata pelajaran yang didapat tergantung sekolah, dalam 90 menit itu bisa saja dapat dua pelajaran matemika dan Fisika, atau bisa saja lebih, yang jelas 90 menit,” bebernya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1788 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun