Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Berbagi, Kunci Sukses Pengusaha Kue di Negara Tetap Eksis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengusaha kue kering dan basah Haji Suhartoko (53) Banjar Tegal Badeng Timur Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara tetap eksis meskipun perekonomian saat masih dibilang sulit.
Usaha mandiri yang ia digeluti sejak tahun 1991 mulai merintis membuat roti goreng dan minuman beras kencur tetap banyak pemesanan. Haji Suhartoko mengatakan, ia merintis membuat roti dan kue pada tahun 1994 hingga sekarang. Ketekunan ini dilakoni dengan sang istri, ketekunan ini membuahkan hasil hingga bisa mempunyai tempat yang mapan.
"Ada 10 jenis kue yang dibuat, kue potongan dodol, bolu tape, bolu kelapa, pia durian, pia kacang ijo, pie kacang kering, kue potong, bahkan pop corn dan aneka camilan, semua produk ini dikemas dengan merek prima 99 ini jual lokalan Jembrana hingga ke Denpasar," ungkapnya.
Haji Suhartoko menambahkan, bagian produksi berjumlah tenaga kerja 9 orang semua dikerjakan wanita dan 1 pria khusus bagian perlengkapan. Untuk jaminan kekuatan kue ini bisa bertahan hingga mencapai 2 Minggu untuk kue kering.
Harga jual kue terdiri dari harga Rp4 ribu permika hingga kisaran harga Rp6 ribu. Untuk harga jual di Denpasar dibandrol Rp3.000 per pax, sedangkan di Negara seharga Rp500 per pax.
Untuk pengerjaan bahan per hari di masa Pandemi ini mereka hanya membutuhkan tepung sebanyak 25 kilo dalam ukuran 5 sak dan 50 Kg gula pasir dan telur 300 biji telur ayam.
"Untuk menghidupkan keluarga dengan anak dua, yang pertama sudah lulus S1 bahasa Inggris di UNMU (Universtias Muhammadiyah) di Malang dan kini lebih cenderung ikut membantu sebagai pengurus usaha sedangan yang kedua laki masih kuliah jurusan teknik sipil masuk semester 3 walaupun kini secara daring," jelasnya.
Suhartoko menegaskan, usaha apapun jika digeluti intinya selalu berbagi dan banyak karyawan yang kerja dari berbagai jenis agama bahkan mengutamakan keuletan para kerja. Faktor itulah sebuah ambang kesusksesan dalam apapun itu usaha yang digeluti.
"Selain terkendala pemasaran, harapannya kepada pemerintah juga bisa membuat angin segara bagi kami sebagai pengusaha kecil seperti ini. Karena oven yang digunakan masih manual dan belum memiliki oven yang otomatis," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2030 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1891 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1564 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1386 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan