Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Distan Buleleng Mengacu Perda Sistem Pertanian Organik
Pulihkan Tanah Pertanian
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penerapan sistem pertanian organik secara resmi akan dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pertanian (Distan) untuk diterapkan oleh petani di Kabupaten Buleleng.
Pencanangan itu tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sistem Pertanian Organik yang pengesahannya untuk menjadi Perda saat ini tengah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng.
Terkait itu, dikonfirmasi melalui saluran telepon, Kamis (14/10), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng I Made Sumiarta mengatakan Ranperda tersebut digagas karena melihat kondisi tanah pertanian di Kabupaten Buleleng yang rusak akibat pupuk kimia.
"Latar belakangnya adalah pertanian kita di Buleleng, penggunaan pupuk-pupuk kimia itu sudah melewati batas aman," ujar Sumiarta.
Lanjut Sumiarta, penggunaan pupuk kimia yang telah dilakukan sejak tahun 80-an itu berdampak besar terhadap tanah pertanian, oleh sebab itu perlu dilakukan pengembalian ke kondisi semula dengan penerapan sistem pertanian organik.
Selain pupuk kimia, pestisida kimia juga menurunkan kualitas dari produk pertanian, karena mengandung unsur-unsur yang tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Karena telah lama terbiasa menggunakan pupuk kimia, menurutnya tentu memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk membina petani secara bertahap agar mau menerapkan sistem pertanian organik.
"Merubah mindset daripada para petani dari kimia ke organik kan perlu waktu, sudah barang tentu nantinya ini merupakan tugas bagi kami di dinas untuk bagaimana mengembalikan dan merubah mindset para petani," jelasnya.
Tahapan-tahapan tersebut telah tertuang pada Ranperda Sistem Pertanian Organik yang tengah dibahas.
Terkait manfaatnya, produk pertanian organik telah lama terbukti memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan produk pertanian non-organik.
Menurut Sumiarta, hasil panennya baik sayuran, buah, maupun produk nabati lainnya tidak hanya lebih segar dan enak, namun juga lebih aman untuk dikonsumsi.
"Produk-produk organik itu kan dari segi kualitas, dari segi daya tahan, kemudian dari segi rasa, berbeda dengan produk-produk yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia," tandasnya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2048 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1920 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1416 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan