Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dancesport Buleleng Borong 55 Medali di Bali Open 2026

Selasa, 14 Juli 2026, 00:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dancesport Buleleng Borong 55 Medali di Bali Open 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kontingen Dancesport Kabupaten Buleleng kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Kejuaraan Bali Open National X Tahun 2026, para atlet berhasil membawa pulang total 55 medali yang terdiri dari 13 medali emas, 22 medali perak, dan 20 medali perunggu.

Kejuaraan yang berlangsung di Discovery Shopping Mall, Kuta, pada 11–12 Juli 2026 tersebut diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, serta seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali.

Pelatih Dancesport Buleleng, Putu Krisna Yudha, mengatakan Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Buleleng menurunkan 47 atlet yang berlaga pada 25 nomor pertandingan. Menurutnya, keberhasilan meraih puluhan medali merupakan hasil dari latihan yang konsisten dan kerja keras seluruh atlet.

"Kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih pada Bali Open National X Tahun 2026. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras atlet yang telah menjalani latihan dengan disiplin dan penuh semangat," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Krisna menambahkan, pencapaian tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari KONI Buleleng, jajaran pelatih, official, hingga orang tua atlet yang selama ini aktif mendukung pembinaan Dancesport.

"Ini merupakan sinergitas kita bersama, bagaimana Dancesport bisa berkiprah tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional," katanya.

Meski sukses memborong medali, persaingan di kejuaraan berlangsung cukup ketat. Atlet-atlet Buleleng harus menghadapi lawan yang telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional bahkan internasional.

Salah satu atlet Dancesport Buleleng, Anastasya Andhita Limantara, mengungkapkan lawan terberat berasal dari kontingen Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur. Menurutnya, atlet asal Lombok yang menjadi pesaing merupakan atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) dan baru mengikuti kejuaraan di Moscow.

"Saingan paling berat menurut saya dari Lombok karena mereka atlet PON dan baru saja mengikuti kejuaraan di Moscow. Astungkara saya bersama partner saya Gede Riski Saputra berhasil meraih medali perak pada nomor Pre Amateur Latin," ungkapnya.

Selain pasangan Anastasya Andhita Limantara dan Gede Riski Saputra yang meraih medali perak pada nomor Pre Amateur Latin, pasangan Dio Septian Dinata dan Ni Kadek Ranindya Maheswari Wijaya juga berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor FFA Waltz setelah melalui persaingan ketat melawan atlet dari Kalimantan Timur.

Krisna berharap keberhasilan membawa pulang 55 medali menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, kolaborasi antara KONI Buleleng, IODI, pelatih, official, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mencetak atlet Dancesport yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet Dancesport Buleleng mampu bersaing dan terus menunjukkan eksistensinya di tingkat nasional. Ke depan kami akan terus meningkatkan pembinaan agar prestasi ini bisa terus dipertahankan," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami