Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Viral Dokter Terima Pasien Bocah Usia 12 Tahun Mau Melahirkan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang dokter menangani pasien yang hendak melahirkan. Cerita tersebut membuat dokter itu tak tega. Video tersebut dibagikan oleh dokter di Malaysia melalui akun TikTok pribadinya @najdah_bo. Dokter tersebut menceritakan pengalamannya yang menangani pasien yang hendak melahirkan.
Dirinya syok ketika mengetahui pasien tersebut merupakan seorang bocah berusia 12 tahun. Bocah 12 tahun itu hendak melahirkan bayinya di rumah sakit tempat dokter tersebut bekerja.
Dokter itu bercerita dirinya kerap menangani kasus hubungan seksual atau pemerkosaan anak di bawah umur 18 tahun. Dirinya mengaku sedih mendapatkan kasus pemerkosaan anak atau hubungan seksual di bawah umur. Dia juga mengaku terkejut ketika mereka melakukannya atas dasar suka sama suka.
"Saya sedih kalau dapat kasus-kasus seperti ini, kadang merasa terkejut kalau ada kasus yang hubungan itu berlaku atas dasar suka sama suka. Mungkin mereka ini dari kecil sudah melihat video porno atau belajar dari kakak adik dan teman-temannya," ujar dokter tersebut.
Menurut dokter tersebut, kasus semacam ini harus menjadi perhatian masyarakat. Selain itu, dia bercerita pernah menangani anak usia 13 tahun yang diperkosa oleh kakaknya.
"Untuk kasus yang mereka suka sama suka kami hanya memberikan nasihat," jelasnya.
Menurutnya, kasus korban pemerkosaan mengundang simpati dan trauma.
"Tapi untuk kasus yang benar-benar pemerkosaan memang membuat simpati. Mereka mungkin mengalami trauma dan kesulitan melupakan kejadian tersebut," ungkapnya.
Dirinya mengatakan, anak-anak seharusnya diberikan pendidikan seksual sejak dini. Hal tersebut agar mereka peka dan lebih berhati-hati.
"Anak-anak akan tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh. Boleh dilihat siapapun dan tak boleh dilihat siapapun," tuturnya.
Selain itu, peran orang tua juga menurutnya menjadi hal penting untuk mencegah anak-anak memahami.
"Ibu bapak juga perlu memantau penggunaan ponsel dan tingkah laku anak-anaknya," pungkasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3832 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1778 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang