Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Pemotor Wanita Ngeyel Tak Mau Diajak Damai Usai Tabrak Becak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah insiden kecelakaan yang melibatkan pemotor wanita dan pengendara becak heboh di dunia maya.
Insiden diabadikan dalam sebuah akun Instagram @andreli48. Dalam tayangan video tersebut, terlihat pemotor wanita merasa tidak terima usai menabrak pengendara becak.
Menurut penuturan dari pengunggah, pemotor wanita tersebut tidak membawa surat-surat kendaraan saat insiden kecelakaan.
Wanita tersebut tidak mau damai usai menabrak tukang becak tersebut di jalan. Pemotor dan tukang becak pun saling adu mulut di jalan hingga menyebabkan polisi bertindak.
"Pengendara motor yang tidak membawa surat-surat kendaraan bermotor menabrak tukang becak, karena merasa benar pengendara tersebut tidak mau diajak damai, terjadilah adu mulut dan sempat dilerai oleh warga, beruntung tidak lama kemudian dari pihak kepolisian datang berusaha untuk mendamaikan," demikian keterangan postingan.
Pemotor wanita tersebut sempat tidak terima dan ngeyel ketika diberi tahu oleh polisi tersebut.
Polisi sempat mengancam kalau tidak mau damai, motornya akan dibawa ke kantor polisi.
Polisi menjelaskan kalau pemotor serta tukang becak tersebut sama-sama salah. Oleh karenanya, polisi ingin mendamaikan keduanya dengan mencoba membujuk untuk saling minta maaf.
"Harus saling minta maaf, salaman. Nggak usah eyel-eyelan, pasti ada sebab dan akibat," tegas polisi.
Video ini pun mengundang reaksi dari warganet di kolom komentar.
"Bahaya nih orang, kalo udah jadi emak2 pasti make hazard buat belok," tulis @iqba***.
"Berhadapan dengan orang yang lebih tua harus sopan, ya.. tata krama nya dipake," beber @ermawat***.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun