Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Kayu Lapuk, Atap Rumah Warga Melaya Ambruk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras dan angin kencang yang kerap melanda Kabupaten Jembrana sejak dua minggu terakhir ini menyebabkan pohon tumbang, tanah longsor dan banjir.
Selain itu juga merusak sejumlah rumah warga. Seperti yang dialami keluarga Ami (42) di Banjar Melaya Pantai, Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (30/11/2021) dini hari. Atap rumah korban ambruk akibat kayu rumah sudah rapuh dan sering terkena hujan karena usia kayu sudah lama.
Saat kejadian Ami dan keluarganya sedang tidur dan mereka berusaha menyelamatkan diri ketika atap rumahnya ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan hingga puluhan juta rupiah.
Perbekel Melaya Nyoman Warsana dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah memberi bantuan untuk keluarga korban. Kini korban dan keluarganya sementara mengungsi ke rumah orang tuanya.
Korban setiap bulannya menerima bantuan pusat. Korban sehari-hari bekerja di mebel kayu. "Kami usulkan untuk rehab rumah. Semoga nanti bisa masuk karena masuk data pusat. Kalau bedah rumah tidak dapat karena tidak masuk buku merah," jelasnya.
Untuk meringankan beban keluarga Ami, anggota Bhabinkamtibmas Desa Melaya, melakukan gotong royong untuk membersihkan bangunan yang tiidak layak huni. Akibat kejadian ini kerugian materiil yang dialami sekitar Rp.20 juta.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3403 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 2984 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1932 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan