Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Harapan Kusir Dokar di Jembrana di Tengah Ambang Kepunahan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dokar pernah menjadi salah satu primadona kendaraan di era tahun 70'an hingga 90'an. Bahkan era jaman Bupati Indugosa juga dibuatkan monumen patung dokar.
Tugu itu tetap berdiri kokoh di tugu Jalan Ngurah Rai, namun kendaraan tradisional ini hampir diambang punah. I Gusti Putu Sulastra (57), warga Banjar Delod Bale Agung Desa Mendoyo Dauh Tukad adalah kusir dokar yang tetap mengais rejeki di depan Pasar Negara, dilakoni sejak 40 tahun hingga kini.
Sejak Pandemi covid-19 mewabah, ia hanya bisa mengelus dada. Bahkan tak hanya itu saja, kini kendaraan dengan kuda ini hanya bisa dihitung dengan jari.
I Gusti Putu Sulastra menuturkan, usaha ditekuni sebagai kusir dokar sangat memperihatinkan, bahkan alat transportasi ini sudah dinilai antik dan sedikit langka. Transportasi ini terkikis oleh modernisasi dengan adanya ojek. Ironis bahkan sahabatnya sampai menjual kudanya bahkan aksesoris dokarnya dilelang untuk dijadikan barang etnik di daerah Kuta.
Yang tersisa, menurutnya hanya 5 kendaraan yang mangkal di pasar tradisional Negara dan di Jalan Ngurah Rai.
"Bagi penumpang dokar, harga dipatok sesuai jalur jarak yang ditempuh bahkan tak banyak yang malah asik bernostalgia menggunakan transportasi dokar ini. Baginya sayang dilewatkan bila tak mengendarai dokar, bahkan bisa menikmati alam saat perjalanan," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, untuk pakan dokar harus dirawat dengan baik dari pakan dan mandi kuda. Selain itu perawatan kondisi dokar juga harus benar-benar layak. Terutama ban dan tali (Lis) untuk mengendalikan jalannya dokar, serta aksesoris kuda.
"Hal utama dalam mengendalikan kendaraan Dokar ini adalah kecermatannya dan mematuhi aturan berlalu lintas. Harapan terhadap pemerintah kelestarian kendaraan Dokar ini jangan hanya dipakai saat pawai atau kepentingan saja," imbuhnya.
Sulastra berharap dokar tetap lestari dan bisa bertahan di ambang kepunahan di tengah kota kecil di Kabupaten Jembrana saat ini. Walau sulit, ia berharap ada solusi yang terbaik bagi para kusir dokar.
"Ironisnya hanya dipergunakan saat ada pawai dan acara seremonial saja Semoga transportasi ini tidak tergusur zaman. Bahkan tetap bisa lestari serta menjadi ikon pariwisata di Bali Barat," pungkasnya dengan penuh harapan.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 705 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 477 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 461 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik