Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Bergantung Hanya pada Pariwisata, Kondisi Bali Dinilai Riskan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah pusat masih melakukan pembatasan serta memperketat kedatangan orang asing ke Bali. Meskipun demikan masih tetap ada harapan bagi pariwisata Bali untuk bangkit kembali.
Tentu kondisi tersebut harus dipahami sebagai pengamanan yang dilakukan Pemerintah agar semakin kondusif di tengah melandainya kasus Covid-19 di Bali.
Langkah tersebut dilakukan Pemerintah dalam upaya tetap mewaspadai masuknya varian virus Omicron ke Bali. Dengan harapan tidak sampai menyebar luas di tengah masyarakat. Ditambah Bali nantinya menjadi tuan rumah G20 tentu menjadi perhatian serius dan penting.
Melihat kondisi Pariwisata Bali secara umum, akademisi Universitas Udayana (Unud) Wakil Dekan I Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Sukma Arida, M.Si mengatakan kedepan Bali agar tidak kembali bergantung satu sektor yaitu pariwisata saja. Kondisi tersebut dinilai sangat riskan bagi Bali secara umum.
"Tentu tidak dapat lagi bergantung 100 persen pada Pariwisata. Dalam kondisi saat ini setidaknya masyarakat dapat belajar bahwasanya sangat riskan hanya bergantung ke sektor pariwisata saja," katanya, Selasa (4/1) di Badung.
Meskipun terlambat setidaknya masyarakat dapat melirik ke sektor-sektor non pariwisata saat ini. Misal ke UMKM, Industri kreatif maupun Kecil, Pertanian maupun Perkebunan.
"Sangat besar peluangnya sektor non Pariwisata misal, UMKM, Industri kreatif, Pertanian maupun Perkebunan di Bali ini. Setidaknya kondisi tersebut nantinya mampu memberi keseimbangan serta antisipasi jika kedepan menghadapi kondisi yang sama atau seperti saat ini," paparnya.
Dirinya berharap kepada pelaku industri pariwisata agar tetap bersabar. Jika tidak memiliki kesabaran ekstra tentu kondisi akan menjadi lebih parah.
"Mungkin dalam kondisi saat ini membutuhkan kesabaran. Ya misal sementara dapat mengambil wisatawan domestik sehingga menurut saya akan lebih produktif sementara waktu," harap Arida.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4703 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2509 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2149 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1771 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1195 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun