Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 16 Oktober 2026
Viral Warga Angkat Pasien Seberangi Air Sungai Setinggi Dada
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Akses transportasi di Desa Ollon, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja, memprihatinkan. Untuk pergi berobat ke layanan kesehatan, warga sekitar harus menyeberangi derasnya arus sungai.
Foto warga sakit ditandu menyeberangi sungai viral di media sosial. Dalam foto itu ada tujuh orang warga terlihat mengangkat tandu menyeberangi sungai.
Di atas tandu yang dibuat seadanya dari bambu dilapisi sarung, ada seorang kakek tua. Kabarnya, ia sedang sakit dan hendak berobat ke Puskesmas.
Namun karena tak ada transportasi umum ke desa itu, warga sekitar terpaksa bahu-membahu mengangkut kakek yang sedang sakit tersebut menggunakan tandu. Ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa saat mereka lewati.
Peristiwa itu disayangkan oleh sejumlah pihak. Karena Ollon adalah objek wisata baru di Tana Toraja yang sangat menjanjikan.
Panorama wisatanya tak kalah cantik dari Swiss. Di sana ada padang savana berbentuk gundukan yang sangat indah.
Namun objek wisata ini belum bisa dilalui oleh transportasi umum. Untuk ke sana, hanya bisa dijangkau menggunakan motor trail atau mobil four wheel drive 4x4.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menjanjikan akan membangun akses jalan ke Ollon. Anggaran yang digelontorkan Rp20 miliar.
Namun hingga kini, belum terealisasi. Masyarakat pun menagih janji pemerintah tersebut.
Kepala Desa Ollon Karman Loda mengaku, masyarakat sekitar memang kerap menjadikan jalur sungai sebagai akses terdekat menuju Puskesmas yang ada di kecamatan lain. Jika menggunakan jalur darat, lebih jauh dan berbukit.
"Karena lewat jalur jalan biasa itu harus putar lagi. Jauh. Jadi lewat jalur sungai," kata Karman, Rabu, 5 Januari 2021.
Karman berharap pemerintah daerah secepatnya membangun fasilitas. Seperti jembatan. Agar mempermudah aktivitas warga. Seperti ketika mereka menjual hasil bumi ke pasar kampung sebelah.
"Karena kasihan warga apalagi kalau musim hujan begini. Jadi kita harap ada jembatan ke Buakayu (desa sebelah). Untuk memudahkan akses masyarakat jual hasil bumi. Atau kalau ada yang sakit seperti sekarang," harapnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4400 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2059 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1939 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1588 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan