Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Viral Cewek Ini Berjalan Bak Model Sambil Menenteng Kelelawar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang perempuan bikin warganet syok dengan sebuah konten unik dan tak terpikirkan yang ia buat di TikTok. Pasalnya, dalam video yang diunggah akun @care1233, perempuan tersebut tampak dengan santai menenteng kelelawar berukuran cukup besar.
Sambil mengenakan midi dress hitam dan heels berwarna senada, ia berjalan bak seorang model ke arah kamera dengan begitu mempesona.
Tiba-tiba saja, kelelawar yang dikira tas oleh banyak warganet tersebut ia lempar untuk diterbangkan dengan mode slow motion, yang membuat kontennya terlihat begitu dramatis.
Sambil tersenyum, perempuan itu terlihat begitu bahagia saat berhasil melepaskan kelelawar yang ia bawa itu ke udara.
Tentu saja, hal tersebut menjadi perhatian. Terlebih, hewan malam ini terkenal liar dan disebut sebagai hewan yang menularkan virus corona ke manusia.
Bahkan sampai saat ini, video tersebut telah dilihat hingga 4 juta kali dengan komentar lucu yang beragam.
Tak sedikit yang syok dengan tingkah perempuan ini. Namun banyak yang menyebutnya keren dan menjulukinya sebagai 'Bat Woman'.
"Jangan sampe jadi tren, di sini ga nemu kelelawar segede itu," kata @budixxxxxx.
"Ratu kalong," ujar @ybnkxxxxxx.
"Saya kira yang dipegang tasnya, eh tau-taunya malah kelelawar," tulis @aprixxxxxx.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3662 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1336 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1223 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1069 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 784 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun