Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 13 Juli 2026
Bendesa Keluhkan Proyek Got Malah Timbulkan Genangan Air
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bendesa Adat Tengkulak Kaja, Made Selamet, mengeluhkan proyek pengaspalan jalan raya dan normalisasi got di Jalan Raya Kemenuh, Kecamatan Sukawati.
Got yang semestinya dikeruk justru tergenang saat hujan. Bendesa khawatir genangan akan menimbulkan jentik nyamuk.
“Setelah proyek selesai, diserahkan kepada pemerintah dan masyarakat. Ternyata air hujan tergenang. Padahal pemborong melakukan normalisasi got,” ujar Bendesa Made Selamet, Jumat (7/1).
Dia pun mempertanyakan kinerja pemborong yang menggarap pengaspalan jalan dan perbaikan got senilai Rp9 miliar lebih, sepanjang 3,2 kilometer itu. Selamet juga menyayangkan tidak semua saluran got dikeruk dan disemen di bagian bawah.
“Tidak keseluruhan. Hanya yang rusak. Dan menaikkan tanah yang mengendap. Tapi bagian kios-kios yang pengkolan itu tidak dikeruk. Makanya air tergenang sampai sana,” ujarnya.
Kala hujan lebat, genangan air di got bisa sampai kurang lebih 500 meter. “Ini sudah serah terima akhir tahun 2021. Nah, awal 2022 kan ada hujan, genangan itu sulit surut, bisa sampai tujuh hari tergenang,” keluhnya.
Dia berharap dari pemerintah bisa menindaklanjuti keluhan masyarakat. “Kalau air tergenang, kami khawatir jadi sarang nyamuk,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3662 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1337 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1223 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1069 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 809 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun