Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wanita Tewas Tersambar Petir Saat Pakai HP sedang Diisi Daya

Sabtu, 8 Januari 2022, 17:40 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Wanita Tewas Tersambar Petir Saat Pakai HP sedang Diisi Daya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Seorang warga bernama Delfina (24) di Desa Oebelo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT)  tewas akibat tersambar petir.

Peristiwa Deflina tersambar petir saat berada di dalam rumah terjadi pada Jumat (7/1/2022) malam. Saat itu Delfina diketahui menggunakan HP yang sedang diisi daya. 

Kepala BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo mengatakan, saat sedang menggunakan HP tiba-tiba petir menyambar.

"Diketahui warga tersebut tersambar petir saat sedang menggunakan ponsel yang sedang di-'charge' di dalam rumah," kata Ambrosius Kodo ketika dikonfirmasi di Kupang, Sabtu (8/1/2022) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan saat sambaran petir terjadi, korban tidak langsung tewas di tempat namun sempat keluar rumah namun langsung jatuh dan meninggal dunia.

"Peristiwa sambaran petir tidak hanya menyambar rumah warga yang tewas namun juga beberapa rumah warga lain di sekitar," katanya.

Kejadian itu, katanya, mengakibatkan tiga warga lainnya juga tersambar petir dan telah dilarikan ke puskesmas untuk mendapat penanganan secara medis.

Selain korban jiwa dan luka-luka, lanjut dia, sambaran petir itu juga mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik di rumah warga maupun jaringan listrik di daerah itu.

Pihaknya mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai sambaran petir/kilat guna meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan.

Warga diminta agar tidak mengoperasikan peralatan elektronik yang rawan terkena sambaran petir.

"Selain itu tidak beraktivitas di luar rumah ataupun mengendarai kendaraan terutama sepeda motor jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak," demikian Ambrosius Kodo.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami