Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Desa Kutuh, Desa Sentra Rumput Laut Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagai pulau yang punya wilayah pantai dan laut yang sangat luas, Bali juga memproduksi rumput laut. Salah satu desa yang ada di Kuta merupakan sentra rumput laut di Bali. Desa ini bernama desa Kutuh.
Desa Kutuh yang berada di kawasan Kuta Selatan sebenarnya lebih terkenal sebagai lokasi olah raga paragliding atau paralayang, karena memiliki tebing curam dengan pemandangan yang menakjubkan. Tapi, desa tersebut juga merupakan salah satu sentra rumput laut di Pulau Dewata.
Sedikitnya, ada 275 pembudi daya tanaman rumput laut atau yang bernama Latin Gracilaria sp. Masing-masing petani punya lahan seluas tiga are atau sekitar 750 meter persegi (m²) yang tergabung dalam lima kelompok tani.
Harga rumput laut dari desa ini mencapai sekitar Rp 11.000 per kilogram. Harga ini membuat warga memilih meninggalkan pekerjaan mereka sebagai buruh serabutan, peternak sapi, dan karyawan hotel. Soalnya, "Membudidayakan rumput laut lebih menjanjikan untuk keluarga," ujar Made Warsa, pembudidaya lainnya di Kutuh.
Petani rumput laut asal Kutuh punya areal tanam yang tersebar mulai dari Pantai Kutuh, Pantai Bali Cliff, hingga Pantai Ungasan. Tiap tahun, sentra rumput laut Kutuh bisa menghasilkan 600 ton rumput laut.
Jumlah tersebut menunjukkan seberapa besar skala produksi rumput laut di daerah ini. Namun sejumlah kegiatan wisata seperti lokasi olah raga paragliding atau paralayang juga masih berjalan berdampingan dengan budidaya rumput laut.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 601 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 585 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik