Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Viral Pria Ngemil Anak Tikus Sambil Dicelup Kopi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memakan beberapa ekor anak tikus, viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @terangmedia.
Dalam video terlihat seorang pria mengenakan kaos putih dan topi orange sedang duduk di sebuah warung. Di depannya terdapat kopi yang sudah dituang ke dalam lepek.
Yang menarik perhatian, di dekat lepek tersebut terdapat beberapa ekor anak tikus yang masih berwarna pink. Tak disangka, anak tikus itu kemudian dicelup ke kopi dan langsung dimasukkan ke dalam mulut pria tersebut. Pria itu pun terlihat langsung menelan anak tikus tersebut.
Bahkan dia memperlihatkan saat anak tikus tersebut langsung ditelan dalam mulut. Unggahan tersebut pun langsung banjir komentar dari warganet.
"Katanya obat asma ya. Asma ilang penyakit lain muncul pak," ujar @dwi***.
"Tikus adalah vektor untuk penyakit pes, demam gigitan tikus, leptospirosis, hantavirus, trichinosis, penyakit kuning infeksius, dermatitis tungau tikus, salmonellosis, demam paru-paru, dan tipus," kata @dana***.
"Itu Anak Hamster apa Tikus? Nie gila dimakan mentah gituh," ucap @iffah***.
"Penyakit makin nambah bukan sehat," ujar @muke***.
"Cindil cocol kopi," kata @maliq***.
"Mudahan penyakit asma nya lekas sembuh om," ujar @rasya***.
Sebagai informasi, dalam tradisi Jawa, memakan anak tikus dikenal dengan sebutan 'Nguntal Cindil'.
Tradisi makan bayi tikus tersebut sudah sejak dulu dilakukan oleh orang-orang di Jawa.
Mereka percaya dengan mengonsumsi bayi tikus tersebut bisa membuat tubuh menjadi berstamina hingga meningkatkan gairah seksual. Namun, cara memakannya berbeda dengan tradisi yang dilakukan oleh China.
Masyarakat Jawa menyantapnya dengan menaruh bayi tikus di telapak tangan, dipegang ekornya kemudian tanpa campuran apapun bayi tikus itu langsung dimasukkan ke dalam mulut dan ditelan atau dimakan tanpa dikunyah. Kemudian diberi dorongan agar masuk ke dalam tubuh dengan meneguk air.
Siapa sangka, tradisi nguntal cindil itu juga dilakukan oleh Pakubuwono XII, Seorang Raja Kasunanan Surakarta pada tahun 1945 - 2004. Hal tersebut diketahui dari sebuah video dokumenter karya IGP Wiranegara yang berjudul "Pakubuwono XII: Sunan Amardika".(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4436 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2086 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1979 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1623 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1462 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan