Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 16 Juli 2026
Viral Pria Ngemil Anak Tikus Sambil Dicelup Kopi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memakan beberapa ekor anak tikus, viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @terangmedia.
Dalam video terlihat seorang pria mengenakan kaos putih dan topi orange sedang duduk di sebuah warung. Di depannya terdapat kopi yang sudah dituang ke dalam lepek.
Yang menarik perhatian, di dekat lepek tersebut terdapat beberapa ekor anak tikus yang masih berwarna pink. Tak disangka, anak tikus itu kemudian dicelup ke kopi dan langsung dimasukkan ke dalam mulut pria tersebut. Pria itu pun terlihat langsung menelan anak tikus tersebut.
Bahkan dia memperlihatkan saat anak tikus tersebut langsung ditelan dalam mulut. Unggahan tersebut pun langsung banjir komentar dari warganet.
"Katanya obat asma ya. Asma ilang penyakit lain muncul pak," ujar @dwi***.
"Tikus adalah vektor untuk penyakit pes, demam gigitan tikus, leptospirosis, hantavirus, trichinosis, penyakit kuning infeksius, dermatitis tungau tikus, salmonellosis, demam paru-paru, dan tipus," kata @dana***.
"Itu Anak Hamster apa Tikus? Nie gila dimakan mentah gituh," ucap @iffah***.
"Penyakit makin nambah bukan sehat," ujar @muke***.
"Cindil cocol kopi," kata @maliq***.
"Mudahan penyakit asma nya lekas sembuh om," ujar @rasya***.
Sebagai informasi, dalam tradisi Jawa, memakan anak tikus dikenal dengan sebutan 'Nguntal Cindil'.
Tradisi makan bayi tikus tersebut sudah sejak dulu dilakukan oleh orang-orang di Jawa.
Mereka percaya dengan mengonsumsi bayi tikus tersebut bisa membuat tubuh menjadi berstamina hingga meningkatkan gairah seksual. Namun, cara memakannya berbeda dengan tradisi yang dilakukan oleh China.
Masyarakat Jawa menyantapnya dengan menaruh bayi tikus di telapak tangan, dipegang ekornya kemudian tanpa campuran apapun bayi tikus itu langsung dimasukkan ke dalam mulut dan ditelan atau dimakan tanpa dikunyah. Kemudian diberi dorongan agar masuk ke dalam tubuh dengan meneguk air.
Siapa sangka, tradisi nguntal cindil itu juga dilakukan oleh Pakubuwono XII, Seorang Raja Kasunanan Surakarta pada tahun 1945 - 2004. Hal tersebut diketahui dari sebuah video dokumenter karya IGP Wiranegara yang berjudul "Pakubuwono XII: Sunan Amardika".(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3701 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1379 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1310 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1252 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1094 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun