Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 3 September 2026
Keluarga Jadi Penyebab Generasi Muda Tertarik Bahasa Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Studi kuantitatif tentang kemampuan anak muda Bali belum pernah dilakukan. Akan tetapi, rata-rata generasi muda Bali mendapatkan bahasa Bali dari SD hingga SMA.
Oleh sebab itu, kemampuan membaca aksara Bali pada tingkat dasar kemungkinan besar bisa. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan pewarisan bahasa Bali di tingkat keluarga. Faktor keluarga menjadi penyebab utama generasi muda Bali tertarik mempelajari bahasa Bali dan menggunakannnya dalam komunikasi sehari-hari.
Jika dalam keluarga proses pewarisan bahasa Bali itu dilakukan dengan maksimal, maka seorang generasi muda Bali akan mempelajari bahasa dan menggunakan bahasa Bali sesuai dengan konteksnya.
Hal itu disampaikan, salah satu akademisi Universitas Udayana Dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum.
"Hal ini sesuai dengan penelitian lembaga The Living Tounge, bahwa kepunahan bahasa akan terjadi jika proses pewarisan bahasa di keluarga tidak dilakukan secara massif," katanya, Rabu (26/1) di Badung.
Khusus dalam membaca aksara Bali, langkahnya bisa dimulai dengan cara mendekatkan kembali generasi muda dengan aksaranya. Maksudnya, aksara Bali mesti menjadi bagian utuh dengan perkembangan IPTEK.
"Misalnya, memasukkan aksara Bali sebagai font dalam hp atau komputer. Dengan cara ini, millenial akan mempelajari dan menggunakan aksara Bali," contohnya.
Selain itu, cara paling baik dan cepat mempelajari bahasa Bali adalah dengan mewariskannya dalam komunikasi di tingkat keluarga. Dengan demikian, bahasa Bali akan diwarisi secara alami.
"Meski mereka tidak tahu persoalan tata bahasa secara teoretis, jika bahasa itu diwariskan di keluarga, maka generasi muda akan cepat bisa menggunakan bahasa Bali," jelasnya.
Lembaga The Living Tounge menyatakan bahwa, kepunahan bahasa akan terjadi jika bahasa itu sudah tidak digunakan lagi di ranah keluarga. Oleh sebab itu, gunakan bahasa Bali di ranah keluarga. Sebab, bahasa Indonesia dan asing akan dikuasai secara alami melalui pembelajaran di sekolah.
"Dengan demikian, bahasa Bali yang kaya dengan etika dan kesantunan, sebagai identitas budaya Bali akan mampu berenang dalam arus perubahan," ucapnya.
Lingkungan atau habitus akan membentuk sikap perilaku generasi muda khususnya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan aksara Bali. Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan hal tersebut dengan memasang tulisan Bali dengan ukuran besar pada pewatas jalan dan area publik.
"Lingkungan yang semakin banyak dihiasi aksara Bali akan mendekatkan generasi muda dengan aksara Bali," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 520 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 369 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 237 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 235 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman