Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 5 September 2026
Kuliner Babi Guling Serasa Tak Tersentuh Dampak Pandemi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dampak Pandemi Covid-19 tak membuat mati usaha kecil seperti yang dilakukan Ni Ketut Munringsih yang berjualan kuliner khas Bali diantaranya babi guling, lawar Biu batu, oseng-oseng daun singkong, sambal bongkot, sambal matah, sambal bongkot, dan babi genyol.
Justru pandemi melahirkan ide kreatif dan menghasilkan lebih pundi-pundi uang. Ni Ketut Munringsih mengatakan, dengan harga relatif murah dan juga strategis di pinggir jalan banyak pelanggan yang rela antre makan atau minta dibungkus.
Ia melakoni usaha ini tanpa merasa cemas lantaran risiko merugi karena pada dasarnya ia suka memasak. Inilah yang menjadikan usahanya kini sukses.
"Untuk olahan babi guling habis dijual dengan kurun waktu kurang lebih 4 hari tanpa bahan pengawet dan justru lebih nikmat dan gurih. Ada juga orderan baik untuk acara selamatan, rapat bahkan katering," katanya.
Semuanya ia lakukan sendiri mulai buka dari jam 09.00 WITA hingga 18.00 WITA. Dan usahanya ini menerapkan prokes seperti yang diterapkan di desa.
"Kuliner ini sangat nikmat bila didampingi minum tuak manis yang bahannya dibawakan dari desa sebelah. Sajian ini justru mengundang selera yang tiada tara. Ada juga teh manis dan temulawak baik dingin maupun biasa," ujarnya.
Ketut Munringsih berharap semoga olahan kuliner khas Bali ini mendapat pendampingan dari pemerintah sehingga usaha kecil bertahan melestarikan budaya kuliner khas Bali.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3026 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 593 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 513 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 487 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman