Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 5 September 2026
Perumda MGS Badung Target Serap 400 Ton Gabah per Bulan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung terus berupaya meningkatkan penyerapan gabah petani lokal.
Perumda MGS menargetkan mampu menyerap hingga 400 ton gabah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku sekaligus mengoptimalkan operasional mesin penggilingan atau Rice Milling Unit (RMU).
Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha, mengatakan realisasi penyerapan gabah saat ini masih berada di kisaran 100 hingga 160 ton per bulan. Jumlah tersebut masih jauh dari target 400 ton gabah per bulan yang telah ditetapkan Perumda MGS.
Menurutnya, salah satu kendala belum tercapainya target penyerapan berkaitan dengan pola dan sistem kerja sama dengan subak maupun pekaseh yang masih dalam tahap penyempurnaan.
Sejumlah kerja sama dengan subak di Badung telah dibangun. Selain itu, Perumda MGS juga mendorong program penanaman pada lahan sekitar 50 hektare untuk memperkuat pasokan gabah.
"Sejumlah kesepakatan telah dibangun dengan subak di Badung selain itu, program diterapkan juga melalui penanaman di lahan sekitar 50 hektare.Dari lahan tersebut, produksi diperkirakan mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare.Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku RMU,” ucapnya, kemarin,(Kamis,(3/9/2026) di Puspem Badung.
Untuk pembelian gabah, Perumda MGS menerapkan sistem berdasarkan kilogram atau ton. Harga yang disepakati di Subak Pekaseh mencapai Rp6.600 per kilogram, sedangkan harga di Subak Sempidi sebesar Rp6.700 per kilogram.
Target penyerapan hingga 400 ton per bulan tersebut disesuaikan dengan kemampuan mesin RMU. Mesin penggilingan mampu menggiling sekitar 2 ton gabah per jam.
Dengan operasional selama 10 jam per hari, kapasitas pengolahan mencapai sekitar 20 ton gabah per hari. Jika beroperasi selama 20 hari kerja, kapasitas pengolahan dapat mencapai sekitar 400 ton gabah dalam satu bulan.
"Optimalisasi kapasitas tersebut penting untuk menekan beban biaya operasional, termasuk penggunaan listrik, sekaligus menjaga tetap produktif dan berkelanjutan,” paparnya.
Apabila pasokan gabah dari Badung belum mampu memenuhi kebutuhan RMU, Perumda MGS menyiapkan strategi melalui Kerja Sama Antardaerah (KAD). Sejumlah wilayah di Bali disiapkan sebagai alternatif sumber pasokan gabah, di antaranya Kabupaten Tabanan, Bangli, hingga Buleleng.
Ke depan, Perumda MGS menargetkan penyerapan gabah dapat mencakup sekitar 30 persen dari total produksi gabah di Kabupaten Badung.
"Langkah ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan operasional, tetapi memperkuat juga penyerapan hasil panen petani serta menjaga ketersediaan bahan baku beras di tengah dinamika harga pangan,” terangnya.
Program penanaman gabah tersebut juga mendapat dukungan langsung Bupati Badung selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). Penanaman dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan gabah untuk kebutuhan RMU Badung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 2994 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 586 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 497 Kali
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 474 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman