Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Harapan Festival Budaya Tionghoa di Sumut Jadi Simbol Kebhinekaan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap Festival Budaya Tionghoa Indonesia yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, bisa menjadi simbol kebhinekaan untuk membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Menparekraf Sandiaga saat menghadiri Festival Budaya Tionghoa Indonesia di Restoran Ria, Medan, Kamis (3/2/2022) mengatakan festival ini diharapkan akan memberikan banyak dampak yang positif, melestarikan tradisi khas masyarakat Tionghoa, serta sarana pemersatu dalam kebhinekaan khususnya masyarakat Medan dan sekitarnya.
“Saya berharap Festival Budaya Tionghoa ini, mampu menjadi pemersatu dalam bingkai kebhinekaan untuk sama-sama membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya di tengah pandemi," ujarnya.
Menparekraf Sandiaga mengaku dirinya sudah tidak asing lagi dengan perayaan-perayaan dan budaya Tionghoa. Lantaran ia pernah tinggal di Singapura selama 6 tahun. Di sana saat perayaan Imlek, lanjut Sandiaga, kota selalu kosong karena masyarakatnya merayakan Imlek keluar daerah salah satunya Kota Medan yang menjadi tempat favorit.
"Saat perayaan Imlek, kota-kota di sana selalu kosong, mereka banyak yang datang dan merayakan Imlek di sini. Ini suatu tradisi yang menjadi daya tarik wisata khususnya di tahun 2022 yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia," katanya.
Sandiaga juga selalu ingat beberapa hal mengenai budaya Tionghoa. Pertama saat Imlek pasti identik dengan Angpao, ini ada benang merahnya dengan budaya gotong royong dan saling peduli.
"Kedua budaya yang selalu ingat dari mentor saya dan itu tidak akan pernah lupa adalah saat bertemu masyarakat Tionghoa selalu saya ditanya sudah ‘Cia’ belum? atau yang artinya sudah makan belum," ujarnya.
Dan yang ketiga, lanjut Menparekraf, saat perayaan Imlek atau festival lainnya selalu berbicara tentang health and prosperity atau kesehatan dan keberkahan. Untuk itu Ia ingin mengajak semua di tengah pandemi untuk terus berinovasi, beradaptasi ,dan berkolaborasi.
"Event yang kita kolaborasikan ini harus menghadirkan sisi edukasi terkait sejarah dan budaya. Setelah itu juga ada hiburannya, seperti tadi di balik tarian barongsai yang multietnik di bawah Yayasan Sultan Iskandar Muda,” katanya.
Kemudian Menparekraf juga berpesan setiap event harus memiliki empowerment untuk memberdayakan masyarakat setempat di setiap festival. Sehingga festival-festival ini akan menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Yang terakhir adalah engagement untuk meningkatkan keterikatan kita kepada masyarakat. Namun tetap menerapkan CHSE," katanya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4504 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2126 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2077 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1657 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1583 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan