Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Anak Bunuh Ayah di Abiansemal, Polisi Tunggu Hasil Tes Kejiwaan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Polres Badung masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis terkait kejiwaan I Made Suardana (30), pria ODGJ yang membunuh ayah kandungnya dengan pisau kemutik di rumahnya di Banjar Beneh Kawan Desa Blahkiuh, Abiansemal Badung.
Apabila benar mengalami kejiwaan, otomatis Suardana akan bebas dari hukum. Menurut Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Depretes saat ini pihaknya masih menunggu kepastian pemeriksaan kejiwaan Suardana oleh tim ahli RSJ Bangli.
Tutur perwira melati dua di pundak ini apabila dari hasil pemeriksaan sudah keluar dan membuktikan bahwa pelaku benar-benar mengidap gangguan jiwa, maka Suardana tidak bisa dihukum pidana. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 44 KUHP ayat (1).
"Dalam undang-undang, yang dinyatakan orang memiliki gangguan kejiwaan tidak dapat diberikan sanksi pidana, tapi tentunya harus dinyatakan secara jelas oleh ahli, kami kroscek juga," tegasnya.
Diterangkannya, Suardana memang sering diajak ke RSJ Bangli untuk berobat karena memang ia memiliki bukti berupa kartu sebagai ODGJ.
"Jadi dari informasi yang dia terima, pelaku memang bermasalah pada kejiwaan sejak lama," ungkap AKBP Dedy.
Sementara ini, jenasah korban ayah kandungnya I Made Nata (55) masih diinapkan di RSUP Sanglah untuk keperluan autopsi. Hasil autopsi ini juga belum didapatkan pihak kepolisian.
Diberitakan, Made Suardana menusuk ayahnya Made Nata di rumah mereka Banjar Beneh Kawan, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung, pada Senin (7/2) sekitar pukul 23.30 WITA. Dari keterangan saksi istri korban, I Gusti Ayu Ariati, 54, kejadian penusukan terjadi di dalam kamar.
Anaknya Made Suardana menusuk suaminya dengan pisau pemutik dan langsung pergi. Korban yang mengalami luka tusuk dibagian punggung segera dilarikan ke puskesmas Abiansemal 1 Badung. Setelah dirawat Made Nata sempat disuruh pulang oleh petugas medis karena sudah diobati.
Namun, pada Selasa 8 Februari 2022 sekitar pukul 01.00 wita, korban mengeluh sakit di seluruh tubuh, bahkan sampai kejang-kejang. Sehingga, kembali dibawa ke Puskesmas Abiansemal 1. Nahas, dalam perjalanan nyawa korban tak tertolong lagi. Sementara pelaku anaknya yang mengalami gangguan jiwa dibawa ke RSJ Bangli.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2030 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1872 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1386 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1265 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah