Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Biaya Kirim Melonjak Akibat Ekspor Kerajinan Tangan di Bali Menurun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Ekspor dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali I Ketut Darma Siadja menuturkan ekspor kerajinan tangan Bali lesu sejak pandemi covid-19 dimulai Maret 2020 lalu hingga saat ini.
Kalau pun terjadi pemulihan ekspor pada 2021, peningkatannya tak signifikan dibanding sebelum pandemi dimulai. "Ada pergerakan. Tapi, masih lesu. Kalau penurunan ekspor, saya bisa katakan sampai 50 persen. Hanya, angka persisnya saya tidak ingat," ujarnya saat dihubungi, Kamis (10/2).
Ironisnya, sambung Siadja, di tengah ekspor yang lesu, pengusaha kerajinan tangan menghadapi tantangan biaya pengiriman barang yang melonjak drastis. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya bahkan mencapai lima kali lipat karenanya langkanya kontainer.
Belum lagi, persoalan jadwal pengiriman barang yang kian tak menentu. "Kendalanya, kelangkaan kontainer. Kadang bisa menunggu satu bulan sampai 1,5 bulan untuk mendapatkan kontainer. Lalu, jadwal dan harga yang berlipat-lipat naiknya," imbuh dia.
Ia mencontohkan pengiriman ke Amerika Serikat yang tadinya dibanderol Rp40 juta, kini mencapai Rp200 juta.
Siadja mengaku sudah menyampaikan keluhan pengekspor kepada staf kepresidenan. Namun, ia pesimis, mengingat kasus serupa terjadi di dunia.
"Pergerakan barang di dunia masih tidak selancar sebelum pandemi. Bukan hanya kita di Bali saja. Tapi juga seluruh Indonesia mengeluhkan hal yang sama," jelasnya.
Kerajinan tangan, sambung dia, merupakan salah satu industri yang digerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata dan pertanian, Bali juga mendapatkan sumbangsih dari industri kerajinan tangan.
Alasan lain, ketidakpastian di tengah pandemi covid-19 menyeret daya beli kerajinan tangan di dunia. Mengingat, kerajinan tangan merupakan kebutuhan tersier. Bukan kebutuhan primer dan sekunder.
Jangan heran, banyak pelaku usaha handicraft di Bali yang gulung tikar. Pekerjanya pun ikut dirumahkan dan di-PHK. "Tenaga kerjanya banyak yang pindah profesi sekarang," terang dia.
Adapun, kerajinan tangan yang diekspor oleh Bali, antara lain perak, bambu, rotan atau anyaman, gerabah, dan produk kain dari garmen. Kerajinan tersebut banyak dikirim ke AS dan Eropa.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5163 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4558 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2439 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2150 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan