Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Menparekraf Dorong Sektor Ekraf di Jembrana Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong sektor ekonomi kreatif (ekraf) menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi di Kabupaten Jembrana, Bali.
Menparekraf Sandiaga Uno saat menghadiri Pelantikan DPD Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) dan Dialog Ekonomi Kreatif di Jembrana, Selasa (22/2/2022) mendorong masyarakat untuk bergerak bangkit dan tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata namun melihat peluang di sektor ekonomi kreatif yang dapat menjadi pendorong kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
"Hari ini kita melihat semangat ekonomi Jembrana untuk bangkit. Banyak sekali lapangan kerja yang hilang lantaran sangat bergantung pada sektor pariwisata disaat pandemi. Ke depan dengan ekonomi kreatif sebagai lokomotif kita yakin dapat menciptakan lapangan kerja di Jembrana dan Provinsi Bali," katanya.
Menparekraf Sandiaga menjelaskan kebangkitan ekonomi ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat Jembrana sejak dua tahun selama pandemi. Dan di kuartal ke 2 tahun ini diharapkan perekonomian Jembrana grafiknya menjadi positif dan terbuka peluang usaha lebih luas.
"Ini adalah program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Dan transformasi harus dimulai. Dengan dibukanya Angkringan Negaroa Bahagia yang difasilitasi Pemerintah Daerah diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat," katanya.
Menparekraf menjelaskan Desa Kreatif telah memiliki payung hukum dengan sudah dikeluarkannya Kepmen Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif.
"Desa kreatif juga kita kerjasamakan lintas lembaga. Kabupaten Jembrana bisa memilih satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi unggulan untuk dikembangkan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia yang sangat berpotensi untuk dikembangkan yaitu kriya, kuliner, dan fesyen. Cokelat misalnya menjadi salah produk yang diunggulkan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengapresiasi kehadiran Menparekraf Sandiaga yang hadir di Kabupaten Jembrana untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar segera bangkit dari pandemi.
"Pak Menteri sudah memberikan stimulus dan semangat untuk kita. Karena dengan modal semangat kita akan menuju Jembrana Emas di tahun 2026," katanya.
Terkait pengembangan potensi desa kreatif, Bupati Jembrana menjelaskan pihaknya akan menginventarisasi potensi desa kreatif yang ada di daerahnya agar nantinya dapat dilakukan pendampingan dan pembinaan untuk menghasilkan produk ekonomi kreatif unggulan.
"Kami akan menginventarisasi produk ekonomi unggulan yang ada di Jembrana dan produk kreatif yang dapat kita bina. Setelahnya nanti kita akan membentuk DPC-DPC di setiap wilayah yang ada di Jembrana," katanya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 533 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 383 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan