Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Hujan Deras Picu 13 Bencana di Gianyar, Tegallalang Terdampak Parah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gianyar sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin (2/11/2026) memicu serangkaian bencana alam di sejumlah wilayah.
Berdasarkan rekapitulasi data lapangan, sedikitnya 13 insiden bencana terjadi di tiga kecamatan, yakni Tegallalang, Payangan, dan Gianyar.
Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan penanganan dan pembersihan material di lokasi terdampak.
Tegallalang Dilanda Longsor, Pohon dan Tiang Listrik Roboh
Kecamatan Tegallalang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan kejadian tanah longsor, fasilitas roboh, hingga luapan air.
Di Desa Kedisan, tanah longsor terjadi di sekitar Balai Petemon Pura Dadia Pasek Aan. Selain itu, tiang listrik roboh di depan Pura Prajapati Banjar Kebon dan sempat menutup akses jalan.
Pohon bambu juga tumbang di jalan raya sebelah utara kuburan Banjar Kebon. Sementara longsor di Jalan Raya Cebok telah ditangani BPBD bersama Polsek Tegallalang.
Kejadian longsor lainnya dilaporkan di Jalan Raya Dlod Blungbang, Desa Kenderan, serta Jalan Raya Sangaji Bonjaka menuju Taro, Desa Taro.
Di jalur Payangan-Tegallalang, longsor terjadi di Jalan Raya Tagtag menuju Bukian. Selain longsor, genangan dan luapan air terjadi di dua titik, yakni Jalan Raya Tegallalang-Penusuan-Gentong serta Jalan Raya Pujung Kelod, Desa Sebatu.
Kapolsek Tegallalang, IPTU Ida Bagus Gde Agung Wiratama, mengatakan personel telah diterjunkan bersama warga dan BPBD untuk melakukan penanganan.
”Penanganan material dan pemantauan terus dilakukan bersama Bhabinkamtibmas serta tim penanggulangan bencana,” terang dia.
Payangan, Jalan Jebol hingga Akses Pura Terganggu
Di Kecamatan Payangan, bencana terjadi di sejumlah titik, termasuk Banjar Yeh Tengah, Desa Kelusa.
Longsor lahan persawahan menutup akses menuju Pura Mengening dan menyebabkan kabel PLN melintang. Untuk sementara, jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Di Banjar Gambih, Desa Buahan, badan jalan jebol sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 7 meter. Kondisi ini menyebabkan akses lumpuh total sehingga warga diarahkan menggunakan jalur alternatif.
Sementara di Banjar Susut, Desa Buahan, material tebing setinggi 10 meter menutupi setengah badan jalan.
Tim gabungan dari Polsek, Koramil, dan Damkar berhasil membersihkan lokasi sekitar pukul 09.45 Wita sehingga lalu lintas kembali normal. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp500.000.
Kapolsek Payangan, AKP I Putu Budiartama, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Mengingat tanah masih labil,” terangnya.
Tembok Senderan Pura di Desa Lebih Roboh
Di Kecamatan Gianyar, bencana terjadi di Desa Lebih. Tembok senderan Pura Candi Agung longsor dan menimpa tembok senderan Merajan Agung Dewa Timbul Gunung milik Ngakan Nyoman Ngurah (69), di Banjar Lebih Beten Kelod, hingga roboh.
Bhabinkamtibmas Desa Lebih, Aiptu I Made Sudiarta, bersama Babinsa Serka I Wayan Suama langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan serta memberikan bantuan moril kepada pemilik merajan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 477 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 384 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 318 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan