Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Diguncang 58 Gempa Selama September, BMKG Sebut Masih Normal

Senin, 2 November 2026, 09:43 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bali Diguncang 58 Gempa Selama September, BMKG Sebut Masih Normal.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Wilayah Bali mengalami sekitar 58 kejadian gempa bumi selama September 2026. Berdasarkan kekuatannya, sebanyak 86 persen merupakan gempa bermagnitudo kurang dari atau sama dengan 3, sedangkan 14 persen berkekuatan lebih dari 3 hingga 5.

"Lebih jauh, mayoritas gempabumi terjadi selama September didominasi gempabumi dangkal," jelas PMG Muda BBMKG Wilayah III, Yogha Mahardikha Kuncoro Putra, Minggu (1/11/2026) di Badung.

Sebagian besar gempa terjadi di Selat Bali dan wilayah selatan Pulau Bali. Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh proses subduksi lempeng serta sesar aktif di bawah laut.

"Mayoritas gempabumi  terjadi berada di selatan pulau Bali dengan kedalaman dangkal disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia serta sesar aktif di dasar laut," ucapnya.

Yogha mengatakan, meskipun terjadi gempa bumi sepanjang September, kondisi tersebut masih tergolong normal.

"Rata-rata per hari terjadi kurang lebih 2 kejadian gempabumi disekitar Pulau Bali selama September dari data BMKG.Meskipun demikian kondisi tersebut dinilai normal mengingat secara geografis pulau Bali berada pada zona seismik aktif," cetusnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi.

"Namun, yang perlu dipahami Pulau Bali memiliki potensi terjadi gempabumi karena posisinya yang dekat dengan zona sumber gempabumi seperti zona subduksi (di selatan), patahan busur belakang flores (di utara), serta sesar lokal yang berada di daratan pulau Bali," paparnya.

Yogha mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta memastikan informasi gempa bumi dan tsunami bersumber dari kanal resmi BMKG serta memahami langkah-langkah mitigasi bencana.

"Materi dapat diakses melalui website dan media sosial BMKG," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami