Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
Kecelakaan di Gilimanuk, Mobil Ringsek Tabrak Pohon Perindang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur maut Denpasar-Gilimanuk tepatnya di wilayah Cekik, Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya kembali terjadi kecelakaan.
Selasa (01/03/2022), satu unit mobil warna putih mengalami hilang kendali atau out of control dan menabrak pohon perindang. Dari informasi, pengemudi mobil diduga mengantuk hingga membuat out of control dan menabrak pohon perindang.
Kondisi mobil korban hancur di bagian depan dan pohon perindang juga roboh. Saat kejadian kondisi jalan basah karena sedang terjadi hujan. Kecelakaan terjadi tepat di hutan cekik, kilometer 22 -23 diduga karena sopir mengantuk.
Sehingga menyebabkan pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya dan menabrak pohon perindang yang berada di kanan jalan.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Dewa Gede Ariana menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Mobil putih DK 1143 QD tersebut melaju dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk.
"Mobil kehilangan kendali hingga menabrak pohon perindang yang berada di sebelah kanan jalan atau arah berlawanan. Sopir dan penumpang selamat," jelasnya.
Akibat kecelakaan tunggal tersebut sopir mobil Saidiyanto, 37, dalam kondisi sehat dan hanya mengalami luka lecet pada lutut.
Hanya saja, penumpangnya, anak korban dilarikan ke Puskesmas Gilimanuk untuk mendapat perawatan medis karena mengalami luka pada dahi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 110 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 61 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 56 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun