Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pemasangan Bendera di Pulau Sophialouisa Jelang MotoGP
BERITABALI.COM, NTB.
Pada hari Kamis, 10 Maret 2022 Kapal Baladewa 8002 melakukan patroli perbatasan RI dengan Australia dan sambang nusa ke Pulau Sophialouisa.
Patroli itu sekaligus memberikan bantuan fasilitas untuk pelayaran, kepada tim pengumpulan data primer, penyusunan kajian kebijakan penyelenggaraan personel Polri, di wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar, dari Rojianstra SSDM Mabes Polri, yang dipimpin oleh Brigjen Pol Sri Eko Pranggono.
Personel yang terlibat dalam patroli itu Brigjen Pol Sri Eko Pranggono beserta tim Rojianstra SSDM Mabes Polri. Komandan dan seluruh ABK Kapal Baladewa 8002 Korpolairud Baharkam Polri, KBO Ditpolairud Polda NTB, Wakapolres Lombok Barat, Kabagsumda Polres Lombok Barat dan Kapolsek Sekotong.
Kapten Kapal Baladewa 8002 Kompol Carito mengatakan, inisiatif pemasangan bendera di Pulau Sophialouisa (Sepatang) itu, berawal dari tidak adanya bendera merah putih sebagai tanda pulau masuk wilayah Indonesia.
Hal ini juga dilakukan dalam rangka menyambut MotoGP Mandalika, Sehingga Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda NTB memasang Bendera Merah Putih di Pulau Sophialouisa.
Dasar itu, Kompol Carito dan semua yang terlibat, berinisiatif memasang bendera di Marcusuar yang ada di Pulau Sophialouisa (Sepatang) tersebut.
"Sebelumnya tidak ada bendera di sana, itu sebabnya kami berinisiatif memasang bendera merah putih di ats Marcusuar Pulau Sophialouisa (Sepatang) itu," tandasnya.
Dengan segala upaya, meski diterjang ombak yang cukup besar pemasangan bendera di Pulau terluar Indonesia Sophialouisa atau Pulau Sepatang itu berhasil dilakukan.
Pernah beberapakali petugas Polairud Polda NTB hendak memasang bendera di tempat itu, namun gagal, karena kondisi ombak yang besar Pulau susah dijangkau.
Mengenal Pulau Sophialouisa
Nusa Tenggara Barat memiliki aneka pulau yang membentang dan menjadi daya tarik banyak orang. Pulau-pulau kecil itu disebut gili.
Salah satu yang tidak kalah menarik adalah Pulau Sophia Louisa. Pulau ini terletak di Samudera Hindia berbatasan dengan Australia. Pulau ini masuk di wilayah Lombok Barat.
Nama pulau itu diambil dari nama penemunya. Dua pelaut bernama Sophia dan Louisa tanpa sengaja menemukan pulau itu saat berlayar di perairan Lombok. Penemuan itu pada masa penjajahan Belanda.
Masyarakat Lombok saat itu tidak ingin nama pulau di sana menggunakan nama asing, sehingga Pulau Sophia Louisa diganti namanya menjadi Gili Sepatang.
Nama Gili Sepatang memiliki arti timbul tenggelam. Sesuai dengan pulau tersebut yang timbul dan tenggelam saat air surut atau naik.
Gili Sepatang memang bukan seperti Gili Trawangan. Pulau tersebut tidak luas, hanya berupa bebatuan karang yang besar. Di tengah pulau tersebut menjulang marcusuar sebagai navigasi kapal.
NTB termasuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) kategori II. Di antara kategori I dan III, ALKI II merupakan lintasan laut dalam yang ekonomis sebagai jalur perdagangan dan pelayaran internasional.
Dan bicara perbatasan, pulau terluar NTB bernama Sovia Louisa di wilayah Sekotong ini menjadi benteng pertahanan Jepang zaman Perang Dunia II.
Pulau Sophialouisa ini berada di sebelah selatan Pulau Lombok pada posisi koordinat 8° 55′ 20″ lintang selatan - 116° 0′ 8″ BT.
Secara administratif, Pulau Sophialouisa masuk wilayah Dusun Teluk Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Karena pulau Sophialouisa identik dengan nama artis, pada tahun 2007 lalu, masyarakat lokal khususnya Sekotong barat sepakat untuk mengganti namanya menjadi Pulau Sepatang.
Seperti pulau tak berpenghuni lainnya, di Pulau Sophialouisa (Sepatang) terdapat mercusuar yang berfungsi sebagai navigasi kapal laut dan sumber cahaya mereka.
Eksotisme bawah laut di sekitar Pulau Sepatang atau Sophialouisa, mampu menarik wisatawan yang hobi menyelam, apalagi saat gelombang Samudra Hindia sedang bersahabat, seringkali terlihat kapal cepat berlalu lalang membawa wisatawan di sekitar perairan Pulau Sepatang ini.
Jalan atau jalur menuju ke Pulau Sepatang atau Sophialouisa ini, bisa ditempuh melalui teluk sepi atau dive zone di Bangko-Bangko.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2973 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun