Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Ini Faktor Penyebab Kasus Kriminal Anak Meningkat Tiap Tahun
BERITABALI.COM, BADUNG.
Derasnya perkembangan IT membuat akses informasi melalui jaringan internet khususnya berbau kekerasan atau hal-hal lainnya terutama mengarah ke informasi negatif semakin mudah diakses.
Guru besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana, IK. Rai Setiabudhi menyampaikan, dari pengamatan kecenderungan tindak kriminal mengalami peningkatan dilakukan oleh anak-anak setiap tahunnya dikarenakan faktor tersebut.
"Perkembangan kasus anak sebagai pelaku kejahatan mengalami peningkatan disebabkan oleh salah satu faktor perkembangan IT maupun pergaulan menyebabkan anak-anak selalu atau cepat mendapat informasi. Oleh karena itu, sangat perlu diadakan penelitian tentang penyebab mengapa anak-anak dapat melakukan tindak kejahatan tersebut," jelasnya, Senin (21/3) di Badung.
Jika diamati sebelumnya kecenderungan anak melakukan tindak kriminal disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga. Namun, saat ini berbeda yakni disebabkan oleh faktor perkembangan IT tersebut dikarenakan dengan mudah mengakses informasi baik maupun buruk.
"Jika diamati sebelumnya, kejahatan anak disebabkan oleh faktor lingkungan misal, keluarga tidak harmonis namun, semenjak adanya perkembangan IT anak-anak cenderung melihat dan mempraktikkan dari gadget. Selanjutnya, bertemu dengan teman-temannya yang memiliki niat sama maka akan terjadilah kejahatan pada anak tersebut," paparnya.
Penanggulangan hal tersebut sangat sulit karena, IT untuk saat ini sudah global. Namun jika dilihat dalam teori ada tiga penanganannya Preventif peranan untuk penyiaran itu penting dilakukan seleksi penayangan pada situs-situs khususnya akan membuat anak melakukan tindak kejahatan tersebut.
Secara persuasif juga bisa dilakukan langsung pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Selanjutnya Represif adalah pelaku kejahatan anak tetap diadili tetapi dengan sistem peradilan anak.
Upaya Kepolisian dalam menekan tingkat kriminal tersebut, menurutnya belum maksimal dilakukan. Mengingat upaya penanggulangan kejahatan pada anak memang tidak hanya merupakan tugas pihak berwajib saja, tetapi juga peran keluarga dan masyarakat penting juga.
"Aparat Kepolisian lebih mengupayakan pada tindak Represif saja mengingat tugas Polisi sangat luas juga," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7868 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan