Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
4 Tersangka Kasus Aborsi Ditahan
BERITABALI.COM, NTB.
Sat Reskrim Polresta Mataram telah menetapkan sekaligus menahan empat orang tersangka dalam kasus aborsi yang dilaporkan oleh RSUD Kota Mataram ke polisi.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, kasus tersebut sudah naik ke tahap sidik, dimana empat orang yang ditahan itu memiliki peran masing-masing.
“Saat ini sudah naik ke tahap sidik, empat orang tersangka sudah kami tahan,” terang Kadek, Senin (4/4).
Empat pelaku tersebut diantaranya AT dan KA, merupakan orang tua dari janin yang diduga sengaja digugurkan. Sementara dua orang lainnya yakni A dan PT, rekan dari tersangka KA dengan peran membantu mengeluarkan dengan paksa janin tersebut.
“Saat itu janinnya masih berusia 19 minggu, sementara semua pelaku yang sudah kita tahan ini berasal dari Cakranegara,” beber Kompol Kadek Adi Astawa.
Sementara untuk AT (ibu dari janin-red) lanjut Kadek ditahan lantaran adanya unsur penganiayaan yang dilakukan terhadap janinnya. Hal itu dibuktikan dari hasil otopsi yang dilakukan oleh ahli forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda NTB. Pada bayi ditemukan banyaknya luka memar dan bahkan salah satu kaki bayi mengalami patah tulang.
“Ada kekerasan disebabkan oleh benda tumpul di bayi itu, yang dilakukan oleh ibunya,” sambung Kasat.
Untuk KA, A dan PT ditahan karena telah memberikan obat penggugur kandungan kepada AT. KA yang ditemani oleh A membeli obat penggugur kandungan kepada PT, yang juga merupakan pegawai di salah satu apotek. Pembelian obat penggugur kandungan tersebut dilakukan tanpa adanya resep dokter.
“PT ini kerja di apotek, dia memberikan obat itu tanpa adanya resep dari dokter,” ujarnya.
Kasus aborsi ini terungkap berawal dari AT yang mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Sebelum datang ke RSUD, janin AT sudah keluar dan hanya ari-ari yang masih menempel di rahimnya.
Untuk kondisi janinnya pun saat itu sudah dalam keadaan meninggal. Sehingga pihak RS hanya membantunya untuk memotong ari-arinya dan memberikannya bantuan untuk penyembuhan kesehatan.
Pihak RS yang menaruh curiga adanya dugaan aborsi, langsung melaporkannya ke Polresta Mataram dan langsung dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan empat orang pelaku.
Saat ini semua tersangka yang sudah ditahan tersebut, disangkakan pasal 77A ayat 1 U 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman lima tahun penjara.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun