Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Negara Peru Kacau
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Peru pada Senin (4/4/2022) melanjutkan gelombang protes terhadap lonjakan cepat harga bahan bakar dan pupuk yang dipicu oleh invasi Rusia di Ukraina. Pemerintah negara di pegunungan Andes itu sedang berupaya menurunkan harga-harga.
Pengunjuk rasa di dekat kota Ica di selatan membakar gerbang tol dan bentrok dengan polisi ketika protes meluas dari dataran tinggi Peru ke pesisir.
“Pemogokan ini tidak hanya terjadi di sini, tetapi di seluruh Peru hari ini,” kata seorang pengunjuk rasa yang menolak disebutkan namanya.
Protes pecah pekan lalu saat para petani dan truk-truk memblokade sejumlah jalan tol utama negara itu menuju ke Lima yang menyebabkan lonjakan harga pangan secara tiba-tiba di ibu kota Peru itu. Setidaknya empat orang tewas, kata pemerintah, dalam bentrokan keras antara pengunjuk rasa dan polisi.
Pemerintah pada akhir pekan lalu menanggapi protes dengan mengajukan penghapusan sebagian besar pajak bahan bakar sebagai upaya menurunkan harga dengan cepat. Selain itu, upah minimum juga dinaikkan sekitar 10 persen menjadi 1.205 soles (Rp4,7 juta) per bulan.
Protes dan unjuk rasa menjadi ujian bagi kepresidenan sayap kiri Pedro Castillo, seorang petani dan guru yang memenangi pemilihan tahun lalu dengan dukungan tinggi dari warga miskin pedesaan Peru. Namun, dukungan kepadanya terus menurun dan saat ini hanya berkisar sekitar 25 persen secara keseluruhan, menurut jajak pendapat.
Peru juga sudah menetapkan status darurat di sektor pertaniannya karena kenaikan harga pupuk yang dipicu oleh sanksi Barat terhadap Rusia, pengekspor utama potasium, amonia, urea, dan nutrisi tanah lainnya.
Seperti banyak negara, Peru sudah berjuang melawan inflasi sebelum perang itu meletus. Pada Maret, inflasi menyentuh titik tertinggi dalam 26 tahun, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga bahan bakar dan pangan.
Menteri Keuangan Peru Oscar Graham mengatakan bahwa ancaman terbesar bagi ekonomi Peru adalah konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun