Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Rusia Soroti Militer Israel di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menyoroti tajam kabar soal manuver Israel di Ukraina dengan menggelar operasi militer. Kremlin menuding aksi itu untuk mengalihkan fokus dunia internasional atas aksi serangan Israel ke Palestina.
Operasi militer Israel disebut-sebut dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengecam agresi Rusia di Ukraina beberapa waktu lalu.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (15/4), Kementerian Luar Negeri Rusia menuding Lapid melancarkan serangan anti-Rusia usai Israel mendukung penangguhan negara tersebut dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) pekan lalu. Pernyataan itu sekaligus mengkritik rezim Tel Aviv atas kependudukan ilegal dan pencaplokan perlahan terhadap wilayah Palestina.
"Ada upaya untuk mengambil keuntungan dari situasi di sekitar Ukraina untuk mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari salah satu konflik terpanjang yang belum terselesaikan antara Palestina-Israel," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
"Juga perlu dicatat bahwa [konflik antara Israel dan Palestina] peristiwa terpanjang dalam sejarah dunia pascaperang dilakukan dengan bantuan diam-diam dari negara-negara Barat terkemuka dan dukungan nyata dari Amerika Serikat," tambahnya.
Sindiran Rusia kepada Israel semakin menjadi-jadi menyusul insiden bentrok antara pasukan negara itu dengan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (15/4).
Sebelumnya, pada 7 April lalu Majelis Umum PBB menangguhkan Rusia dari UNHRC atas klaim pelanggaran berat dan sistematis atas pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina. Resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat tersebut mendapat 93 suara, dengan 24 anggota menentang dan 58 lainnya abstain.
Rusia mengecam keputusan Majelis Umum PBB dan menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia sebagai propaganda Barat. Sebab, keputusan tersebut membuat Rusia menjadi anggota tetap pertama Dewan Keamanan PBB yang keanggotaannya dicabut dari badan terkait PBB.
Sampai saat ini disebut tidak diketahui dengan jelas apa yang secara spesifik dikatakan Lapid setelah pemungutan suara 7 April yang akhirnya menarik kemarahan Rusia.
Namun, kementerian luar negeri Israel dalam sebuah pernyataan pada saat itu mengecam invasi ke Ukraina yang tidak dapat dibenarkan dan menuduh pasukan Rusia membantai warga sipil yang tidak bersalah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu. Konflik tersebut telah memicu kecaman dari negara-negara Barat, yang telah memberlakukan daftar panjang sanksi terhadap Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8291 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5733 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3580 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2424 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar