Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Evakuasi Korban Alfamart Roboh, 4 Meninggal 9 Selamat

Selasa, 19 April 2022, 16:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/viva.co.id/Evakuasi Korban Alfamart Roboh, 4 Meninggal 9 Selamat

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Proses evakuasi dilakukan untuk mencari korban robohnya toko ritelAlfamart di Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sudah empat orang korban meninggal dunia yang ditemukan. 

"Korban meninggal Ahmad Nayada ruang jenazah dan Edy Priyanto (37), Misnawati, dan Akbar Riansyah," kata Kepala Seksi Operasional Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Gusti Yudhi saat dikonfirmasi, Selasa 19 April 2022.  

Keempatnya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin. Data ini merupakan data paling terbaru per Selasa hari ini, pukul 09.35 WITA. Dalam proses evakuasi, satu orang relawan terluka bernama Bahransyah. Sementara itu, ada sembilan orang selamat yang berhasil dievakuasi. 

Berikut data sementara korban terjebak yang sudah dilarikan ke RS. 

1. Irfan; 

2. Yulia Ratna; 

3. Syifa; 

4. Hefianor; 

5. Ade Santoso; 

6. Rizal Saputra; 

7. Lia Agustin: 

8. Arini; 

9. Hanafi. 

Sebelumnya, bangunan ritel gerai Alfamart roboh di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Peristiwa terjadi pada Senin Sore, sekitar pukul 15.15 WITA.

 

Kabarnya, 15 orang terjebak dalam reruntuhan bangunan tersebut. Upaya evakuasi berjalan dramatis. Wakil Kepala Kepolisian Resor Banjar Kompol Mohammad Fihim  mengatakan 15 orang tersebut merupakan data sementara. Hal tersebut berdasarkan dari hasil keterangan para saksi. 

"Karyawan minimarket Alfamart sendiri yang bertugas ada enam orang, sisanya diperkirakan ada sembilan orang yang sedang berbelanja," kata Mohammad Fihim. 

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto menyampaikan dari hasil keterangan warga sekitar, bangunan Alfamart yang ambruk sudah berusia sekitar 20 tahun. Bangunan itu sering terkena musibah seperti terendam air karena wilayah rawa atau gambut. Kondisi itu diduga secara konstruksi tidak sesuai dengan kondisi awal berdiri.(sumber: viva.co.id)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami