Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Mendag Sebut Harga Kedelai Mulai Turun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebut harga kedelai mulai mengalami penurunan, setelah pada bulan-bulan sebelumnya mengalami kenaikan tinggi.
Penurunan ini juga diketahui, setelah dirinya dan jajaran Kementerian Perdagangan melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar-pasar rakyat seluruh Indonesia.
"Kami sampaikan juga bawa harga kedelai hari ini turun menjadi Rp 13.900 per kilogramnya atau turun 0,71% dibandingkan bulan lalu," ujarnya dalam keterangan pers virtual, Selasa (19/4/2022).
Mendag melihat, berdasarkan perkembangan harga di bursa futures internasional harga kedelai juga akan mulai berangsur turun pada akhir Mei tahun ini.
Sementara itu, tambahnya, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan penggantian selisih harga pembelian kedelai ke para pengrajin tahu dan tempe.
"Jadi kita beri ganti selisih ke anggota kopti yaitu sebesar Rp 1.000 per kilogramnya yang disalurkan langsung oleh truk bulog," ucap Mendag.
Sebelumnya, Perum Bulog melaksanakan pengadaan dan penyaluran perdana kedelai pada harga lebih rendah kepada Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) di Jawa Barat.
Pada penyaluran perdana ini diberangkatkan sejumlah 8 truk yang mengangkut 100 ton kedelai yang akan disalurkan ke pengrajin melalui Primkopti Kab Bogor, Kota Depok, Kab Bekasi, Kab Indramayu dan Kab Kuningan, Jawa Barat.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan bahwa kenaikan harga kedelai akan berdampak pada salah satu pangan sumber protein yang murah dan dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia. Diberikan selisih Rp1.000/kg bagi pengrajin tempe tahu yang tergabung dalam Kopti sasaran.
Dengan nama Program Bantuan Penggantian Selisih Harga Pembelian Kedelai oleh Pengrajin Tahu Tempe pada tahun 2022, pengadaan dan penyaluran kedelai akan dilaksanakan selama 4 bulan mulai dari April-Juli 2022 dengan pagu maksimal 200.000 ton per bulan atau total 800.000 ton.
"Sasaran dari program ini adalah pengrajin tahu tempe yang tergabung dalam koperasi tahu tempe yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM dan program ini akan dilaksanakan di seluruh Indonesia," kata Budi Waseso. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4320 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1875 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1369 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan