Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Jelang Lebaran, Harga Cabai Lombok di Karangasem Makin Pedas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Jelang lebaran, harga cabai lombok besar mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Karangasem.
Seperti yang disampaikan oleh beberapa orang pedagang di Pasar Subagan dan Pasar Timur Amlapura pagi ini, Selasa (26/4/2022). Kenaikan harga cabai lombok mulai terjadi sejak tiga hari yang lalu.
"Kalo bawang merah dan bawang putih harganya masih sama, cuma Cabai lombok saja naik dari tiga hari lalu, " ujar Wayan Sri salah satu pedagang di Pasar Subagan, Karangasem.
Dari harga normalnya Rp.22 ribu rupiah per kilogramnya, di Pasar Subagan kini harga cabai lombok naik menjadi Rp.28 ribu per kilogramnya. Di Pasar Timur Amlapura, harga cabai lombok bahkan lebih 'pedas' dimana hari ini tembus diangka Rp30 ribu per kilogramnya.
"Kalau disini cabai lombok besar mulai naik hari ini, jadi Rp30 ribu perkilonya, harga normalnya Rp22 ribu per kilogramnya, " kata Nyoman Wati pedagang di Pasar Amlapura Timur.
Sementara itu, untuk jenis bumbu dapur lainnya seperti bawang merah, bawang putih dan cabai rawit harganya masih stabil dan belum ada peningkatan. Begitu juga dengan harga minyak, untuk jenis minyak curah masih di harga Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per botol mineral ukuran tanggungnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3673 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1345 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 904 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun